Bisnis Kuliner Sirkular Bantu UMKM Tekan Makanan Terbuang

  • 23 Mei 2026 19:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Persoalan makanan terbuang masih menjadi tantangan besar dalam usaha kuliner, khususnya bagi pelaku UMKM F&B. Sisa bahan, makanan tidak terjual, hingga stok yang basi sering dianggap sebagai risiko biasa dalam operasional dapur sehari-hari.

Padahal, makanan terbuang merupakan biaya produksi yang tidak kembali menjadi pendapatan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat menggerus margin usaha secara perlahan tanpa disadari oleh pelaku usaha kuliner.

Dilansir dari laman womanpreneur-community.com konsep bisnis kuliner sirkular hadir sebagai solusi yang dinilai realistis untuk diterapkan UMKM F&B.

Pendekatan ini menekankan pengelolaan bahan makanan secara lebih efisien, mulai dari proses produksi, penjualan, hingga pemanfaatan sisa bahan agar tidak terbuang percuma.

Sejumlah strategi sederhana dapat diterapkan, seperti menata menu berdasarkan pola penjualan, mengolah bahan sisa menjadi menu turunan, hingga menerapkan sistem produksi bertahap.

Langkah tersebut membantu menekan jumlah sisa makanan sekaligus menjaga kualitas layanan kepada konsumen. Selain mengurangi biaya operasional, bisnis kuliner sirkular juga membuka peluang pendapatan tambahan.

Pelaku UMKM dapat mengembangkan produk sampingan seperti sambal, bumbu, maupun olahan tahan lama dari dapur yang sama tanpa harus menambah investasi besar.

Meski dampaknya tidak instan, penerapan bisnis kuliner sirkular secara konsisten dinilai mampu menciptakan arus kas yang lebih sehat dan usaha yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....