Promosi Medsos Bikin UMKM Surabaya Kebanjiran Pesanan
- 13 Sep 2026 17:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Keberadaan media sosial terbukti menjadi daya dorong besar bagi tumbuh kembang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya. Hal ini dirasakan langsung oleh Adam Jaya Ramadhan, pemilik usaha kuliner Ceker Pedas Jawa Tulen. Berkat konsistensi dan promosi digital yang tepat, usahanya mendadak viral hingga sanggup menjual ratusan porsi hanya dalam hitungan jam.
Kisah sukses perkembangan bisnis kuliner lokal ini diangkat dalam program berita siaran Dialog UMKM Pro 4 RRI Surabaya edisi Minggu, 13 September 2026. Dalam perbincangan tersebut, Adam membagikan perjalanan awal mendirikan usaha yang mulanya hanya memanfaatkan lahan kios milik sang ibu yang tak terpakai di malam hari.
Adam mengungkapkan bahwa niat awal membuka usaha sendiri muncul usai dirinya menyelesaikan masa kerja di tempat sebelumnya. Dorongan kuat dari lingkungan terdekat menjadi modal utama baginya untuk memberanikan diri terjun ke dunia wirausaha kuliner.
"Awal mulanya membuka Ceker Pedas Jawa Tulen itu emang niatnya setelah bekerja buat usaha sendiri. Terus dan bersyukurnya itu disupport dari orang-orang terdekat seperti mamaku sebagai yang punya resep, sebagai yang ngajarin aku untuk masaknya. Setelah itu ada pacarku, dia ngesupport dari segi marketing, dari branding," kata Adam Jaya Ramadhan dalam Dialog UMKM Pro 4 RRI Surabaya.
Pada fase awal, operasional Ceker Pedas Jawa Tulen memanfaatkan tempat jualan jajanan pasar milik ibunya. Karena kios tersebut hanya dipakai pada pagi hari, Adam mengambil peluang untuk memanfaatkannya di malam hari. Penjualan kala itu masih berjalan biasa dan tergolong sepi karena hanya mengandalkan pelanggan yang melintas secara langsung tanpa bantuan promosi media sosial.
Titik balik usaha kuliner ini terjadi ketika platform TikTok mulai dimanfaatkan secara serius sebagai sarana pemasaran digital. Konten promosi yang diunggah berhasil menarik perhatian luas pengguna internet hingga menembus ratusan ribu tayangan. Dampaknya, permintaan pembeli melonjak tajam dari yang biasanya hanya mampu menjual sekitar 10 porsi per hari menjadi ratusan porsi dalam kurun waktu dua jam saja.
| Baca juga: Akademisi Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep |
"Setelah pacarku bantu buatin TikTok dan lain-lain, alhamdulillah setelah itu ramai banget sampai overload orderannya, sampai aku enggak bisa ngatasi. Dan sekarang udah buka cabang kedua di Jalan Kartini Nomor 121D, itu lebih besar. Udah ada tempat dine-in-nya, parkirnya luas. Kalau sebelumnya kan enggak ada tempat dine-in-nya ya, jadi sistemnya itu takeaway semua," tutur Adam.
Mengenai nama brand "Ceker Pedas Jawa Tulen", Adam menceritakan bahwa inspirasi tersebut datang saat ia masih bekerja di Bali. Kala itu, ia melihat brand kuliner yang menyematkan kata "Tulen" di belakang nama daerahnya. Sebelumnya, ia sempat terpikir memakai nama berbasis lokasi seperti Ceker Pedas Perempatan atau Ceker Pedas Njarak, sebelum akhirnya mantap memilih nama Jawa Tulen.
Nama tersebut dianggap sangat mewakili karakter rasa dari racikan bumbu merah olahannya yang dibanderol seharga Rp15.000 per porsi. Menurutnya, cita rasa berani dengan paduan gurih, manis, dan rasa bumbu yang medok sangat identik dengan selera lidah masyarakat Jawa pada umumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....