Alun-Alun Surabaya: Padukan Sejarah, Seni, dan Ruang Terbuka Hijau
- 15 Sep 2026 15:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya— Kota Surabaya terus memperkuat posisinya sebagai metropolis yang ramah publik dan penuh nilai budaya. Salah satu destinasi ikonik yang tidak pernah sepi dari perhatian warga lokal maupun wisatawan adalah Alun-Alun Surabaya. Terletak strategis di kawasan pusat kota, landmark ini menjadi simbol kebanggaan baru bagi warga Kota Pahlawan.
Berbeda dari konsep alun-alun tradisional pada umumnya, Alun-Alun Surabaya menghadirkan arsitektur unik bertingkat. Kawasan ini memadukan area terbuka hijau (RTH) di permukaan tanah (outdoor) dengan galeri seni serta ruang aktivitas modern di lantai bawah tanah (basement). Keberadaan instalasi penanda bertuliskan "ALUN ALUN SURABAYA" berlatar gedung bersejarah Balai Pemuda makin mempertegas estetika kawasan ini, terutama saat malam hari dengan pencahayaan lampu yang artistik.
Kawasan Alun-Alun Surabaya terintegrasi langsung dengan kompleks cagar budaya Balai Pemuda. Perpaduan gaya arsitektur era kolonial yang megah dan sentuhan lanskap modern menciptakan daya tarik visual tersendiri bagi para pencinta fotografi dan penikmat wisata sejarah. Pengunjung dapat menikmati suasana taman yang asri sembari mengagumi nilai historis bangunan di sekelilingnya.
Memasuki area basement, pengunjung disuguhkan beragam fasilitas publik yang inklusif. Di area bawah tanah ini, Pemkot Surabaya menyediakan galeri pameran seni, area pertunjukan budaya, fasilitas pendorong produk UMKM lokal, hingga area skatepark indoor. Konsep ini dirancang untuk memberikan ruang ekspresi yang aman dan nyaman bagi pemuda serta komunitas kreatif di Surabaya.
Pengelolaan kawasan ini berada di bawah naungan dinas terkait guna memastikan kelestarian dan kenyamanan pengunjung. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya menegaskan keberadaan fasilitas publik ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kebudayaan dan pariwisata daerah. "Alun-Alun Surabaya bersama kompleks Balai Pemuda dirancang tidak hanya sebagai ruang terbuka publik, tetapi juga sebagai wadah apresiasi seni, budaya, dan ruang berkreasi bagi generasi muda serta destinasi wisata yang inklusif bagi siapa saja," ungkap perwakilan Disbudporapar Kota Surabaya.
Tidak hanya sektor kebudayaan, fasilitas ini juga menjadi sarana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui keterlibatan pelaku UMKM. Berbagai produk kerajinan hingga kuliner khas Surabaya turut disajikan di area yang telah disediakan. Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam mengintegrasikan pariwisata dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Dengan akses gratis serta jam operasional yang fleksibel, Alun-Alun Surabaya terus menjadi pilihan utama masyarakat untuk bersantai, berolahraga ringan, hingga menikmati atraksi seni kota. Kehadirannya membuktikan bahwa pembangunan ruang publik yang modern, berwawasan budaya, dan inklusif mampu menjadi identitas unggulan suatu kota di era modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....