Hallo RRI Jadi Jembatan Aduan Warga
- 22 Mei 2026 16:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Hallo RRI Surabaya kembali mendapat apresiasi dari pendengar. Bu Mimi warga Rungkut, Kita Surabaya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada RRI Surabaya setelah sejumlah keluhannya terkait layanan publik mendapat tindak lanjut dari instansi terkait.
Apresiasi tersebut disampaikan Bu Mimi saat kembali on air dalam program Hallo RRI, Jumat 22 Mei 2026. Ia mengaku merasa terbantu karena aduan yang sebelumnya disampaikan melalui RRI akhirnya memperoleh solusi dan pendampingan langsung dari dinas terkait.
“Terima kasih untuk Hallo RRI karena sudah membantu menyampaikan keluhan kami. Program ini sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan untuk mengakses pelayanan pemerintah maupun mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi seperti saya ini. Terimakasih juga kepada dinas dinkopumdag yang turut membantu serta mendampingi saya", ujar Bu Mimi.
Sebelumnya, Bu Mimi sempat melaporkan kendalanya dalam proses pendaftaran platform E-Peken melalui Hallo RRI, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam aduannya, ia mengaku telah menyerahkan sejumlah persyaratan administrasi, seperti data diri dan Nomor Induk Berusaha (NIB), namun selama hampir dua bulan belum memperoleh kejelasan terkait proses pengajuan.
Keluhan tersebut kemudian disampaikan oleh tim Hallo RRI Surabaya dan ditindaklanjuti oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya. Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkopumdag Surabaya, Tatik Lely Juwita, menjelaskan pihaknya telah menghubungi langsung Bu Mimi untuk melakukan klarifikasi dan pendampingan.
Dalam penjelasannya kepada RRI, Tatik menyebut kendala terjadi karena persyaratan administrasi berupa rekening Bank Jatim dan QRIS belum terpenuhi, sehingga proses pengajuan E-Peken belum dapat dilanjutkan. Dinkopumdag pun memastikan akan membantu pendampingan agar proses pengurusan Bu Mimi bisa segera terselesaikan.
Selain persoalan E-Peken, Bu Mimi juga sempat menyampaikan keluhan terkait akses layanan BPJS/JKN online yang sempat mengalami kendala. Aduan tersebut turut mendapat respons dari pihak BPJS Kesehatan dengan melakukan pengecekan terhadap layanan dan aplikasi JKN yang dikeluhkan warga.
Bagi Bu Mimi, tindak lanjut tersebut menjadi bukti bahwa Hallo RRI mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, khususnya bagi warga yang mengalami keterbatasan akses informasi maupun pelayanan publik.
“Memang ada beberapa radio di Surabaya yang membuka ruang aduan masyarakat. Namun menurut saya, Hallo RRI memiliki pendampingan yang lebih terasa karena setiap keluhan warga terus dipantau tindak lanjutnya hingga mendapat respons dari dinas terkait,” kata Bu Mimi.
| Baca juga: KBS Respons Aduan Kemacetan Libur Sekolah |
Ia menilai, tim Hallo RRI tidak hanya menyampaikan laporan warga kepada instansi terkait, tetapi juga terus memantau perkembangan penanganannya hingga ada respons maupun solusi yang diberikan kepada masyarakat. Program Hallo RRI selama ini memang menjadi ruang interaktif yang mempertemukan masyarakat dengan instansi pelayanan publik, mulai dari persoalan kesehatan, administrasi, infrastruktur, hingga pemberdayaan UMKM.
Melalui program tersebut, warga dapat menyampaikan keluhan, memperoleh penjelasan, sekaligus mendapatkan solusi langsung dari pihak yang berwenang. Kehadiran Hallo RRI pun dinilai tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga ruang pelayanan publik yang membantu mempercepat tindak lanjut aduan masyarakat.
Sebagai penutup, Bu Mimi berharap program Hallo RRI terus dipertahankan dan dikembangkan karena dinilai mampu membantu masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat komunikasi antara warga dan pemerintah di Kota Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....