Mengurai Benang Merah Peradaban Nusantara, antara Agama dan Budaya

  • 22 Mei 2026 11:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Hubungan antara agama dan budaya di Indonesia sering kali menjadi ruang diskusi yang dinamis dan mendalam. Menjawab tantangan zaman dalam merawat nilai-nilai luhur bangsa, program siaran "KITA INDONESIA" di Pro 4 RRI Surabaya hadir mengupas tuntas topik "PERADABAN NUSANTARA: ANTARA AGAMA & BUDAYA" pada edisi Jumat 22 Mei 2026.

Hadir sebagai narasumber, Abdul Holil, S.Hum., M.Ikom, Pengurus dari komunitas budaya Bumi Miring Nusantara. Dalam dialog interaktif tersebut, ia mengajak pendengar untuk melihat kembali bagaimana agama dan budaya tidak saling menegasikan, melainkan saling memperkaya dalam membentuk identitas bangsa.

Menurut Abdul Holil, Peradaban Nusantara memiliki keunikan tersendiri yang jarang ditemukan di belahan dunia lain. Kerifan lokal (local wisdom) masyarakat Indonesia mampu menyerap nilai-nilai keagamaan tanpa harus kehilangan jati diri budayanya.

"Agama memberikan arah spiritual dan moral, sementara budaya menyediakan wadah ekspresinya. Keduanya berjalan beriringan. Di Nusantara, kita tidak melihat benturan, melainkan sebuah harmoni yang estetis," ujar Abdul Holil.

Ia juga menambahkan bahwa istilah "Bumi Miring Nusantara" sendiri merupakan sebuah refleksi tentang bagaimana memandang realitas dari sudut pandang yang berbeda melihat tradisi bukan sebagai masa lalu yang usang, melainkan sebagai fondasi untuk masa depan.

Dalam sesi tanya jawab bersama pendengar RRI, dialog berkembang membahas tantangan generasi muda dalam menyaring arus globalisasi. Abdul Holil menekankan pentingnya literasi budaya berbasis digital agar nilai-nilai Nusantara tetap relevan bagi Gen Z dan Alpha.

Yang menjadi poin dialog ini adalah akulturasi di Indonesia merupakan bentuk kecerdasan budaya (cultural intelligence) leluhur, bukan pencampuradukan ajaran agama yang keliru. Media Sosial sebagai jembatan, konten-konten kebudayaan harus dikemas secara modern agar anak muda bangga akan akar sejarahnya. Serta Pancasila sebagai payung dalam nilai ketuhanan (agama) dan kemanusiaan yang beradab (budaya) sudah mengkristal dalam ideologi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....