DPRD Jatim Dukung Prestasi Atlet Pencak Silat Daerah

  • 21 Mei 2026 19:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Komisi E DPRD Jawa Timur menegaskan komitmennya mendukung peningkatan prestasi atlet pencak silat di Jawa Timur melalui penguatan program pembinaan olahraga dan dukungan anggaran yang berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga prestasi sekaligus membangun karakter generasi muda.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, Kamis 21 Mei 2026 mengatakan olahraga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia selain sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, olahraga juga membentuk budaya hidup sehat di masyarakat.

“Untuk meningkatkan indeks kualitas manusia, salah satu instrumen penting selain meningkatkan sektor pendidikan dan kesehatan adalah meningkatkan budaya hidup sehat melalui olahraga. Karena itu kami di DPRD Jawa Timur bersama pemerintah provinsi meyakini pembinaan olahraga harus terus diperkuat,” kata Cahyo.

Ia menilai pencak silat tidak hanya menjadi sarana mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menjadi ruang menjaga nilai budaya dan kebersamaan masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, pencak silat mengandung nilai profesionalitas, tenggang rasa, dan gotong royong yang harus terus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

“Pencak silat ini tidak hanya melahirkan juara-juara baru dari Jawa Timur, tetapi juga menjaga nilai budaya, nilai profesionalitas, nilai tenggang rasa, dan gotong royong agar tetap eksis, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur,” ujarnya.

Karena itu, DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas olahraga prestasi, khususnya cabang pencak silat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap postur anggaran pembinaan olahraga agar tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meski ada penyesuaian fiskal.

Cahyo mengakui adanya keterbatasan fiskal dan penyesuaian APBD yang berdampak pada anggaran olahraga. Meski demikian, pihaknya berharap pengurangan anggaran tidak terlalu besar sehingga program strategis pembinaan atlet tetap berjalan optimal dan mampu mendukung target pembangunan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Olahraga ini tidak hanya mengolah raga, tetapi juga mengolah rasa dan pikiran. Kami meyakini melalui olahraga, termasuk pencak silat, kita bisa mencetak generasi penerus yang sehat, inovatif, kreatif, dan memiliki karakter kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....