Kebangkitan Nasional Dimulai dari Literasi Digital
- 19 Mei 2026 20:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momentum refleksi bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang terus berkembang pesat.
Jika dahulu kebangkitan nasional identik dengan perjuangan melawan penjajahan fisik, kini tantangan yang dihadapi masyarakat dinilai semakin kompleks, mulai dari hoaks, rendahnya literasi digital, hingga derasnya arus informasi di media sosial.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan tema Hari Kebangkitan Nasional 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa di tengah perubahan teknologi dan tantangan global.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pesan peringatan Hari Kebangkitan Nasional menyebut semangat kebangkitan nasional saat ini perlu diwujudkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, literasi digital, serta kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Generasi muda harus menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi transformasi digital dan menjaga kedaulatan Indonesia di era modern,” ujarnya melalui laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan tingkat penetrasi internet di Indonesia terus meningkat dan didominasi usia muda. Kondisi tersebut membuat generasi muda menjadi kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi digital dan media sosial.
| Baca juga: Jangan Sekadar Membaca, Jangan Sampai Dibaca |
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat untuk mencegah penyebaran hoaks serta memperkuat budaya bermedia sosial yang sehat dan produktif.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, dalam laman resmi Kemenko PMK mengatakan momentum kebangkitan nasional harus dimaknai dengan kemampuan bangsa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri bangsa.
“Momentum kebangkitan nasional harus dimaknai dengan kemampuan bangsa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri,” katanya.
Makna kebangkitan nasional saat ini pun tidak hanya berkaitan dengan perjuangan fisik, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menjaga persatuan, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dan kemajuan bangsa perlu terus dijaga, terutama oleh generasi muda sebagai penerus pembangunan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....