Moderasi Beragama, Ajak Masyarakat Rawat Kemajemukan Sebagai Anugerah
- 18 Mei 2026 09:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya terus gencar menggaungkan program Moderasi Beragama di tengah masyarakat. Hal ini mengemuka dalam program siaran interaktif Tanjung Perak Pagi edisi Senin, 18 Mei 2026, yang menghadirkan narasumber Ezif Mohammad Fahmi W, Wakil Ketua FKUB Kota Surabaya.
Dalam siaran pagi ini, topik yang diangkat terbilang sangat krusial dalam kehidupan berbangsa, yakni "Kemajemukan Sebagai Anugerah". Ezif menekankan bahwa perbedaan suku, ras, budaya, dan agama di Indonesia khususnya di Kota Surabaya bukanlah sebuah pemicu perpecahan, melainkan sebuah kekayaan yang patut disyukuri.
Menurut Ezif, Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum. "Kemajemukan ini adalah sunnatullah, sebuah anugerah yang sudah digariskan untuk bangsa kita. Menjaganya adalah tanggung jawab bersama. Di sinilah pentingnya prinsip moderasi: tidak ekstrem kiri dan tidak ekstrem kanan, melainkan berada di tengah-tengah dengan menjunjung tinggi toleransi," ujar Ezif dalam sesi dialog.
Ia juga menambahkan bahwa Kota Surabaya selama ini telah menjadi role model yang baik dalam hal toleransi. Namun, tantangan global dan digitalisasi menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berbau SARA.
Dalam pemaparannya, Wakil Ketua FKUB Surabaya ini membagikan beberapa poin penting yang harus diimplementasikan oleh masyarakat untuk merawat kemajemukan: Komitmen kebangsaan, dalam rangka menerima Pancasila dan UUD 1945 sebagai kesepakitas bersama dalam bernegara. Toleransi untuk memberikan ruang dan menghormati hak orang lain untuk menjalankan keyakinannya.
Anti-kekerasan guna menolak segala bentuk radikalisme dan kekerasan, baik verbal maupun fisik, atas nama agama. Dan menjadi akomodatif terhadap budaya lokal agar mampu bersinergi dengan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat selama tidak melanggar esensi agama.
Di akhir sesi siaran Tanjung Perak Pagi, Ezif Mohammad Fahmi menyampaikan apresiasinya kepada warga Kota Surabaya yang terus menjaga iklim kondusif dan saling gotong royong tanpa memandang latar belakang keyakinan. FKUB Kota Surabaya berkomitmen akan terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk media massa dan lembaga penyiaran, untuk menyuarakan pesan-pesan perdamaian demi terwujudnya Surabaya yang aman, harmonis, dan berkemajuan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....