Dirut Petrokimia Gresik: Kebutuhan Pupuk Petani Masih Lebih Tinggi dari Alokasi

  • 13 Mei 2026 13:00 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyebut kebutuhan pupuk petani masih lebih tinggi dibandingkan alokasi yang disediakan pemerintah.
  • Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 capai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Realisasi ini lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
  • pemerintah juga melakukan sejumlah pembenahan tata kelola distribusi pupuk agar penebusan lebih mudah dan tepat sasaran. Salah satunya melalui perubahan regulasi dan penyederhanaan mekanisme distribusi.

RRI.CO.ID, Gresik – Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyebut kebutuhan pupuk petani masih lebih tinggi dibandingkan alokasi yang disediakan pemerintah. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan dalam distribusi pupuk bersubsidi di lapangan.

Menurut Daconi, pemerintah terus meningkatkan alokasi pupuk bersubsidi untuk mendukung produktivitas pertanian nasional. Jika beberapa tahun lalu alokasi pupuk subsidi berada di kisaran 4,5 juta ton, kini meningkat menjadi sekitar 9,8 juta ton.

Bahkan kata Daconi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi nasional per 10 Mei 2026 mencapai 3,46 juta ton atau 35 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar 9,85 juta ton. Realisasi tersebut juga tercatat lebih tinggi 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Pemerintah terus menambah alokasi pupuk subsidi untuk membantu petani. Namun kebutuhan di lapangan memang masih lebih tinggi dibandingkan ketersediaan yang ada,” kata Daconi, saat diskusi dengan para Pemimpin Redaksi Media Jawa Timur, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah juga melakukan sejumlah pembenahan tata kelola distribusi pupuk agar penebusan lebih mudah dan tepat sasaran. Salah satunya melalui perubahan regulasi dan penyederhanaan mekanisme distribusi. Perubahan ini sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Penyederhanaan ini mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia, sehingga berjalan semakin efektif dan tepat waktu. Selain itu mampu mendukung tingginya penyerapan pupuk bersubsidi di awal tahun.

“Perbaikan regulasi dilakukan agar petani lebih mudah menebus pupuk, harganya terjangkau, dan jumlah yang diterima juga meningkat,” ujarnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob (berdiri tujuh dari kanan) saat silaturahmi dengan para Pemimpin Redaksi Media Jawa Timur (Foto: Humas Petrokimia Gresik)

Ia menambahkan, perbaikan sistem distribusi pupuk diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi petani. “Tujuan akhirnya adalah bagaimana sektor pertanian bisa tumbuh dan produktivitas petani meningkat,” kata Daconi.

Daconi tidak menampik masih ada petani yang belum memperoleh pupuk sesuai kebutuhan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya permintaan dibandingkan kapasitas produksi dan alokasi yang tersedia.

“Kami terus melakukan evaluasi bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan. Masukan dari petani dan pemimpin daerah juga penting agar distribusi pupuk semakin baik,” ucapnya.

Ia juga memastikan PI Group berkomitmen melakukan pengawasan ketat agar Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) disiplin menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diturunkan Pemerintah sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi. Hal ini, tambahnya, menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Lebih lanjut ia mengimbau, penebusan harus dilakukan di PPTS atau kios resmi sehingga petani mendapatkan produk asli. Saat ini banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab menawarkan produk palsu, umumnya dengan iming-iming harga lebih murah. Petani harus berhati-hati agar tidak tertipu dan tetap mendapatkan hasil optimal dalam budidayanya.

“Petrokimia Gresik berkomitmen menjaga keberlangsungan produksi dan ketersediaan pupuk nasional di tengah tantangan global. Kami ingin memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi sehingga produktivitas pertanian nasional dapat terus terjaga,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....