Lazismu Jatim Gelar Uji Kompetensi Amil Bersertifikat BNSP

  • 25 Jul 2026 17:06 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Lazismu Jawa Timur menyelenggarakan uji kompetensi amil bersertifikat BNSP selama dua hari sebagai pelaksanaan sertifikasi batch pertama di provinsi.
  • Sertifikasi dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PP Muhammadiyah yang telah memiliki lisensi resmi dari BNSP untuk skema kompetensi amil lembaga zakat.
  • Kegiatan ini merupakan upaya peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) di Jawa Timur melalui skema Penghimpunan dan Pendistribusian ZISKA.
  • Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

RRI.CO.ID, Malang – Lazismu Jawa Timur menggelar uji kompetensi amil bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di UPT PTKS Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu menjadi pelaksanaan sertifikasi amil batch pertama di Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA).

Uji kompetensi dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PP Muhammadiyah yang telah memiliki lisensi resmi dari BNSP untuk skema kompetensi amil lembaga zakat. Sertifikasi dilakukan melalui skema Penghimpunan ZISKA dan Pendistribusian ZISKA.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat. Menurutnya, amil yang memiliki kompetensi terstandar akan mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional sekaligus memperkuat kepercayaan publik.

"Uji kompetensi ini merupakan langkah strategis bagi Lazismu Jawa Timur untuk memperkuat kompetensi para amil agar memiliki standar kerja yang jelas dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Profesionalisme amil menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana ZISKA," kata Imam, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Juli 2025.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, M. Masrukh, menjelaskan sertifikasi ini merupakan batch pertama dan akan dilaksanakan secara berkala. Ia berharap semakin banyak amil Muhammadiyah yang memperoleh sertifikat kompetensi sehingga kualitas tata kelola lembaga zakat semakin sesuai dengan standar nasional.

Sebanyak 43 peserta mengikuti uji kompetensi tersebut. Selain berasal dari Lazismu se-Jawa Timur, peserta juga datang dari sejumlah daerah, antara lain KLL Aisyiyah Banggai, Lazismu Banjarbaru, Lazismu Kalimantan Selatan, Lazismu Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta Lazismu Hulu Sungai Selatan.

Wakil Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin, mengatakan sertifikasi bertujuan memastikan para amil memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional. Dengan demikian, pelayanan kepada muzaki, mustahik, maupun pemangku kepentingan lainnya dapat terus ditingkatkan.

Hari pertama kegiatan diisi dengan penguatan materi mengenai penghimpunan dan pendayagunaan ZISKA yang disampaikan akademisi Muhammadiyah, yakni Dian Berkah dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, Anwar Hariyono dari Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Kumara Aji dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada hari kedua, peserta menjalani asesmen kompetensi oleh asesor resmi LSP PP Muhammadiyah melalui uji portofolio dan wawancara sesuai standar BNSP.

Hasil sertifikasi diharapkan memperkuat kualitas sumber daya manusia Lazismu sekaligus meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas pengelolaan dana ZISKA di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....