Jatim Miliki Puluhan Sekolah Rakyat Rintisan Permanen

  • 24 Jul 2026 12:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat (SR) terbanyak, baik kategori rintisan maupun permanen. Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani, Jumat 24 Juli 2026 menyebut program tersebut terus berkembang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Hingga saat ini, dari total 164 SR rintisan di Indonesia, Jawa Timur memiliki 26 sekolah. Sementara dari 93 SR permanen secara nasional, Jawa Timur tercatat memiliki 18 sekolah permanen yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Restu mengatakan pembangunan SR permanen di Jawa Timur terus dipercepat dengan progres rata-rata di atas 90 persen. Menurutnya, penilaian progres tidak hanya melihat pembangunan fisik, tetapi juga kesiapan mebel, sarana prasarana, dan kebutuhan siswa.

"Untuk SR permanen, saat ini terdapat 18 lokasi yang tersebar di Banyuwangi, Gresik, Jember, Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Kabupaten Pasuruan, Sampang, Trenggalek, Tuban, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya," ujar Restu.

Dari 18 SR permanen tersebut, tiga sekolah telah mulai ditempati siswa dengan sistem boarding school, yakni di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Jember. Sementara 15 SR permanen lainnya dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2025.

Setiap SR permanen rata-rata memiliki kapasitas awal sekitar 270 siswa dengan tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, terdapat proses mutasi siswa dari SR rintisan ke SR permanen dengan kuota yang disesuaikan di masing-masing daerah.

"Berdasarkan data saat ini, jumlah siswa SR di Jawa Timur diperkirakan mencapai 7.651 siswa. Namun, angka tersebut masih bersifat dinamis karena proses penjangkauan calon siswa terus dilakukan," kata Restu.

Restu menambahkan, sebanyak 11 SR rintisan masih tetap beroperasi di daerah yang belum memiliki SR permanen, seperti Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Lamongan. Sekolah-sekolah tersebut tetap melanjutkan pembelajaran bagi siswa yang telah diterima sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....