Qurban Ajarkan Keikhlasan dan Kendalikan Ego

  • 13 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ibadah qurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan saat Iduladha, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia mampu menempatkan cinta kepada Allah SWT di atas segala kepentingan duniawi. Ketua PW Persis Jawa Timur, Ustaz Suud Hasanudin, saat menjadi narasumber Program Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya, Rabu 13 Mei 2026, mengatakan hikmah qurban dapat dilihat dari kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Menurutnya, peristiwa tersebut mengajarkan bahwa kecintaan kepada Allah harus lebih besar dibanding kecintaan terhadap harta, keluarga, maupun jabatan. “Qurban mengajarkan bahwa Allah harus tetap menjadi yang paling dicintai di atas anak, harta, dan kepentingan dunia lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Allah SWT telah mengingatkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 165 yang artinya, “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”

Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak menjadikan harta, jabatan, maupun urusan dunia sebagai sesuatu yang lebih dicintai dibanding Allah SWT. Selain itu, Ustad Suud juga menyinggung Surah Al-Fajr ayat 15-16 yang menjelaskan tentang sifat manusia ketika diuji dengan kehidupan.

Dalam ayat tersebut disebutkan, “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: ‘Tuhanku telah memuliakanku.’ Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: ‘Tuhanku menghinakanku.’”

Menurutnya, cara pandang tersebut membuat manusia menjadikan harta dan kekayaan sebagai ukuran baik dan buruk dalam kehidupan. “Hari ini banyak orang terlalu sibuk mengejar dan menjaga harta, sampai lupa meluangkan waktu untuk keluarga dan anak-anak. Bahkan ada yang rela mengorbankan kejujuran demi kepentingan dunia,” katanya.

Ia menambahkan, hikmah qurban berikutnya adalah tentang keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan mengganti pengorbanan manusia dengan yang lebih baik. “Ketika seseorang tulus dan ikhlas karena Allah, maka Allah akan mengganti dengan yang terbaik, sebagaimana Nabi Ibrahim yang akhirnya diganti dengan seekor kibas,” ujarnya.

Selain itu, qurban juga menjadi simbol menyembelih ego dan kepentingan pribadi agar manusia tidak tumbuh menjadi pribadi yang serakah dan hanya memikirkan diri sendiri. Menurut Ustaz Suud, nilai-nilai qurban penting ditanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak menjadikan dunia dan materi sebagai tujuan utama hidup.

Momentum Idul Adha, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan hidup bukan hanya diukur dari kekayaan, tetapi dari keimanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.” (HR Muslim).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....