Keteladanan Ibrahim Bina Generasi Unggul

  • 27 Mei 2026 08:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Al Akbar Surabaya berlangsung khidmat dengan khotbah bertema “Belajar Dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail Membina Generasi Unggul”. Khotbah disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abdul Halim Soebahar, M.A..

Bertindak sebagai imam Salat Iduladha yakni KH. Abdul Hamid Abdullah, S.H., M.Si. Ribuan jemaah memadati area masjid sejak pagi untuk mengikuti ibadah dan mendengarkan pesan keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Dalam khotbahnya, Abdul Halim menegaskan bahwa takwa sejati lahir dari hati dan terpancar melalui amal saleh yang dilakukan dengan penuh keikhlasan. “Takwa yang tumbuh dari hati dan terpancar dalam amal saleh menjadi teladan Nabi Ibrahim yang siap meninggalkan apa pun demi menjalankan perintah Allah,” ujarnya.

Ia menyebut Iduladha bukan sekadar hari raya penyembelihan kurban, melainkan momentum besar dalam sejarah Islam. Menurutnya, Iduladha berkaitan dengan kesempurnaan turunnya wahyu Al-Qur’an melalui Surah Al-Maidah ayat 3.

“Al yauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu alaikum ni’mati,” kutipnya saat menjelaskan ayat tentang penyempurnaan agama Islam. Ia menambahkan, turunnya ayat tersebut terjadi saat Rasulullah SAW melaksanakan wukuf di Arafah.

Khotib juga mengulas kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai simbol kepasrahan total kepada Allah SWT. Menurutnya, kedua sosok itu memperlihatkan keteguhan iman dan keikhlasan yang patut diteladani sepanjang zaman.

“Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan kepasrahan total kepada Allah dan keyakinan yang sempurna terhadap ketetapan-Nya,” kata Abdul Halim. Ia menilai keikhlasan menerima ujian menjadi fondasi penting dalam kehidupan umat Islam.

Dalam penjelasannya, Abdul Halim mengutip dialog Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang diabadikan dalam Al-Qur’an. “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi menyembelihmu,” ucapnya menirukan firman Allah tentang perintah kepada Nabi Ibrahim.

Ia melanjutkan, Nabi Ismail menjawab dengan penuh kesabaran dan kepatuhan kepada Allah SWT. “Laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar,” tuturnya.

Menurut Abdul Halim, nilai utama Iduladha bukan hanya penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menyembelih ego dan rasa kepemilikan berlebihan. Ia menegaskan bahwa ketundukan kepada Allah harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan keluarga dan masyarakat.

Khotib turut mengaitkan keteladanan Nabi Ibrahim dengan pentingnya membina generasi unggul di Jawa Timur. Ia menyebut generasi unggul harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni iman, ilmu pengetahuan, dan akhlakul karimah.

“Generasi unggul adalah generasi yang kuat imannya, luas ilmunya, dan mulia akhlaknya,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi program beasiswa Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai mendukung lahirnya sumber daya manusia berdaya saing global.

Menutup khotbahnya, Abdul Halim mengajak jemaah menjadikan keluarga sebagai pusat pendidikan iman dan ketakwaan. “Mari kita dampingi anak-anak kita salat berjamaah, belajar agama, dan menyiapkan generasi terbaik untuk masa depan,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....