Orchestrasi Jadi Kunci Tekan Pengangguran
- 11 Mei 2026 16:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Perubahan pasar kerja akibat dinamika geopolitik global dan percepatan teknologi menjadi tantangan besar bagi dunia ketenagakerjaan di Jawa Timur. Karena itu, kolaborasi lintas sektor atau orchestrasi dinilai menjadi kunci dalam menekan angka pengangguran.
Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra dan SDM, Budi Raharjo dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya, Senin, 11 Mei 2026. Budi menegaskan, pasar kerja Indonesia saat ini bukan mengalami stagnasi, melainkan sedang mengalami perubahan karakter pekerjaan dan kebutuhan keterampilan.
“Pasar kerja Indonesia tidak sedang stagnan tetapi sedang berubah. Persoalannya bukan hanya soal kurangnya lapangan kerja, tetapi perubahan karakter pekerjaan, perubahan kebutuhan skill, dan meningkatnya tuntutan produktivitas di tengah percepatan teknologi dan tekanan global,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi geopolitik dunia membuat pasar kerja tahun ini mengalami adaptasi luar biasa sehingga dibutuhkan orchestrasi atau kolaborasi seluruh pihak. “Pasar kerja tahun ini mengalami adaptasi yang luar biasa karena kondisi geopolitik dunia. Kata kuncinya adalah orchestrasi atau kolaborasi seluruh pihak tanpa mengesampingkan kewenangan masing-masing pihak,” katanya.
| Baca juga: Kesadaran Diri Jadi Kunci Penyembuhan |
Budi menilai program pelatihan kerja dan magang bagi pencari kerja sebenarnya sudah cukup banyak, termasuk bagi lulusan perguruan tinggi. Namun, tantangan utamanya adalah penyelarasan kebutuhan dunia usaha dan industri dengan keterampilan tenaga kerja.
Ia menekankan lembaga pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga perlu memperkuat keterampilan praktis dan kesiapan kerja lulusan. “Selama ini program kerja dan magang sudah banyak, tinggal bagaimana menyelaraskan kebutuhan industri dengan skill pencari kerja. Pendidikan jangan hanya mengajarkan knowledge, tetapi juga skill dan bagaimana mendukung kebutuhan pencari kerja,” ucapnya.
Budi juga mengapresiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), serta dunia usaha dan industri yang selama ini turut mendukung ketersediaan lapangan kerja di Jawa Timur. Selain itu, koordinasi dari aspek hulu hingga hilir mulai dari proses belajar, pelatihan kerja, hingga pola pembelajaran yang sesuai kebutuhan industri perlu terus diperkuat agar kualitas sumber daya manusia meningkat dan indeks pembangunan manusia dapat tercapai lebih baik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,88 persen atau turun 0,31 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dan menunjukkan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia agar selaras dengan kebutuhan industri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....