Unesa Hadirkan Dialog Kebangsaan Bersama Musisi dan Akademisi

  • 09 Mei 2026 20:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Unesa berkolaborasi dengan Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) serta Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggelar Dialog Kebangsaan. Pada acara yang berlangsung di Graha Unesa, Sabtu, 9 Mei 2026, mengambil tema “Mengenal Diri, Mengenal Indonesia”.

Dialog tersebut mempertemukan akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dalam suasana kebangsaan. Sejumlah musisi nasional hadir sebagai narasumber bersama mahasiswa disabilitas berprestasi, Nanda Mei Solichah.

Narasumber yang hadir di antaranya Bimbim Slank, Once Mekel, Alffy Rev, Shanna Shannon, dan Novia Bachmid. Kehadiran mereka menambah semangat mahasiswa dalam memahami pentingnya identitas bangsa.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Nurhasan, menyampaikan seni budaya menjadi kekuatan utama Indonesia. Menurutnya, musik mampu menyatukan berbagai suku, budaya, dan bahasa.

“Seni budaya adalah keunggulan Indonesia yang bisa kita banggakan di kancah internasional,” ujar Cak Hasan. “Platform digital harus dimanfaatkan untuk melestarikan warisan budaya bangsa.”

Dalam sesi diskusi, Alffy Rev menyoroti budaya instan yang berkembang di tengah masyarakat modern. Ia mengajak generasi muda memahami pentingnya proses dalam membangun kehidupan.

“Kita hidup di dunia yang memuja kecepatan tapi lupa akan kedalaman,” kata Alffy Rev. “Pohon tumbuh tinggi karena lebih dulu menguatkan akar.”

Bimbim Slank menilai arus globalisasi musik justru memacu musisi Indonesia untuk terus berinovasi. Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah habis.

“Budaya kita lengkap dan banyak yang bisa dieksplorasi,” ujar Bimbim Slank. “Musik dunia membuat kita semakin terpacu untuk berkembang.”

Selain membahas musik, Bimbim juga menyoroti persoalan sosial yang masih terjadi di masyarakat. Karena itu, Slank konsisten mengangkat isu lingkungan dan kritik sosial melalui karya mereka.

Sementara itu, Once Mekel menjelaskan perannya sebagai musisi sekaligus anggota dewan saling berkaitan. Ia ingin memperjuangkan perlindungan hak cipta bagi para seniman Indonesia.

“Saya berusaha agar Undang-Undang Hak Cipta menjadi jalan tengah bagi semua pihak,” ujar Once Mekel. “Baik pencipta, penyanyi, maupun pelaku industri musik.”

Dialog kebangsaan tersebut menjadi pengingat pentingnya seni dan budaya dalam memperkuat identitas bangsa. Kegiatan itu juga mendorong generasi muda untuk semakin mengenal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....