Bangun Generasi Berkarakter lewat Keteladanan Bung Karno
- 06 Jun 2026 09:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri, R.M. Kusuma Hartana menekankan pentingnya pembangunan karakter dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan emosional dan spiritual agar mampu melahirkan pemimpin yang berpihak kepada rakyat.
Hal itu disampaikannya dalam Dialog Aspirasi Pro1 RRI Surabaya, Sabtu, 6 Juni 2026 dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Pria yang akrab disapa Pak Kus tersebut menilai masih banyak pemimpin yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, namun kurang memiliki kematangan emosional dan spiritual sehingga kebijakan yang diambil justru melukai hati masyarakat.
"Jangan hanya membangun intelektual. Harus diimbangi dengan pengelolaan emosional dan spiritual. Banyak pemimpin yang inteleknya tinggi, tetapi karena aspek emosional dan spiritualnya kurang, masih melakukan hal-hal yang melukai hati rakyatnya," ujarnya.
Menurut Pak Kus, keteladanan Bung Karno yang hingga kini tergambar kuat di Situs Persada Soekarno atau Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menunjukkan bahwa seorang pemimpin besar lahir dari proses panjang, semangat, dan kegigihan yang terus ditempa. "Keteladanan Bung Karno tidak lahir secara instan. Proses, semangat, dan kegigihan beliau menjadi pelajaran berharga yang masih sangat relevan untuk diteladani masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda saat ini," katanya.
Ia menjelaskan, Ndalem Pojok menjadi salah satu saksi perjalanan hidup Bung Karno yang menyimpan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan kecintaan terhadap bangsa. Karena itu, keberadaan situs tersebut tidak hanya menjadi ruang pelestarian sejarah, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi masyarakat.
Pak Kus menambahkan, penguatan character building menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan zaman. Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga karakter kuat, integritas, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
"Nasionalisme dan character building harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Semua itu harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Ia berharap semangat "Jas Merah" atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah terus didengungkan kepada masyarakat sebagai upaya menjaga ingatan kolektif bangsa terhadap perjuangan para pendiri negara. Menurutnya, sejarah bukan hanya untuk dikenang, melainkan menjadi sumber pembelajaran dalam membangun generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap Indonesia.
"Jas Merah harus terus digaungkan. Dengan memahami sejarah, generasi muda dapat mengambil nilai-nilai perjuangan dan keteladanan Bung Karno untuk diterapkan dalam kehidupan saat ini," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....