Dialog Sosial: Predikat Cumlaude Tak Lagi Istimewa?

  • 08 Mei 2026 18:06 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO,ID, Surabaya – Selama puluhan tahun, predikat Cumlaude atau lulus dengan pujian menjadi impian sekaligus simbol supremasi akademik bagi mahasiswa. Namun, benarkah di era disrupsi saat ini gelar tersebut mulai kehilangan "taringnya"?

Topik hangat ini dikupas tuntas dalam program Dialog Sore Pro 4 RRI Surabaya edisi siang ini. Menghadirkan narasumber ahli, Dr. Mangihut Siregar, M.Si, Dosen Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), dialog ini membedah pergeseran paradigma antara prestasi akademik dan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Mangihut, fenomena predikat Cumlaude yang kini dianggap biasa saja dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah "inflasi nilai" dan kemudahan akses informasi.

"Saat ini, indeks prestasi tinggi adalah standar minimum, bukan lagi nilai tawar tunggal. Dunia industri kini lebih melihat pada critical thinking, kemampuan adaptasi, dan soft skills yang seringkali tidak tercermin hanya dari deretan angka di transkrip nilai," ujarnya di studio RRI Surabaya, Jumat 8 Mei 2026.

Ia juga menyoroti bahwa banyak lulusan dengan predikat pujian justru gagap ketika dihadapkan pada realitas lapangan yang membutuhkan solusi praktis, bukan sekadar teori tekstual.

Dalam dialog tersebut, Dr. Mangihut menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh terjebak dalam mengejar angka semata. Predikat Cumlaude akan tetap memiliki nilai prestisius jika dibarengi dengan portofolio yang kuat dan pengalaman organisasi yang mumpuni.

"Jangan sampai kita mencetak 'sarjana kertas'. Gelar Cumlaude harus menjadi bonus dari kompetensi nyata, bukan tujuan akhir yang mengesampingkan etika kerja dan kemampuan berkomunikasi," tambahnya.

Dialog interaktif ini juga memancing respons interaktif dari pendengar. Banyak dari mereka sepakat bahwa perusahaan saat ini lebih memprioritaskan pengalaman magang dan sertifikasi keahlian dibandingkan status kelulusan.

Dialog ini diharapkan dapat membuka mata para mahasiswa dan praktisi pendidikan di Surabaya dan sekitarnya agar lebih fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang relevan dengan tantangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....