Balas Keburukan dengan Kebaikan
- 07 Mei 2026 06:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Membalas keburukan dengan kebaikan menjadi salah satu akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam. Namun, sikap tersebut kerap sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih saat seseorang mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga kezaliman dari orang lain.
Dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Kamis, 7 Mei 2026, Ketua Departemen Humas PW Salimah Jatim, Rachma Ayuningtyas atau akrab disapa Ustazah Yuyun mengatakan, setiap manusia pasti pernah menghadapi ucapan maupun perbuatan buruk dari orang lain. Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan serupa, melainkan dengan sikap yang lebih baik dan penuh kesabaran.
“Dalam kehidupan sehari-hari pasti ada saja orang yang melakukan hal buruk kepada kita, baik melalui ucapan maupun perbuatan, bahkan sampai menzalimi. Namun Allah mengajarkan agar keburukan itu dibalas dengan kebaikan,” ujarnya.
Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Fussilat ayat 34: “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik.” Ustazah Yuyun menjelaskan, sikap membalas keburukan dengan kebaikan merupakan bentuk pengagungan terhadap syariat Allah dan menjadi ciri orang-orang yang beriman.
Menurutnya, membalas perlakuan buruk dengan emosi hanya akan memperpanjang konflik, sedangkan kebaikan dapat membuka jalan perdamaian dan menjaga silaturahim antarsesama. Selain itu, ia juga menyampaikan hadis riwayat Abu Hurairah tentang seorang laki-laki yang tetap berbuat baik kepada keluarganya meski mendapat perlakuan buruk dan diputus tali silaturahim.
Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang tetap berbuat baik meski diperlakukan buruk, maka perbuatan baik itu seolah menjadi hukuman bagi orang yang berbuat zalim. Allah SWT pun akan senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba yang istiqamah dalam kebaikan.
“Rasulullah mengajarkan bahwa ketika kita tetap berbuat baik meski disakiti, Allah tidak akan meninggalkan kita. Pertolongan Allah akan selalu hadir bagi orang yang sabar dan menjaga akhlaknya,” kata Ustazah Yuyun.
Ia berharap umat Islam dapat menjadikan ajaran tersebut sebagai pedoman dalam menjaga hubungan antarsesama serta mempererat silaturahim di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....