Menuntut Ilmu tanpa Batas, Bekal Menjalani Kehidupan
- 18 Agt 2026 11:31 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya- Menuntut ilmu merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim. Pesan tersebut menjadi pembahasan dalam program Cahaya Pagi RRI Pro 4 Surabaya, dengan mengangkat tema “Tuntutlah Ilmu Walau ke Negeri China”. Pesan ini mengingatkan bahwa proses belajar tidak mengenal batas tempat, usia, maupun keadaan.
Ustaz Firman Khunaifi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tegalsari, Kemenag Kota Surabaya, mengatakan menuntut ilmu hendaknya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ilmu tidak hanya diperlukan untuk memperoleh gelar, tetapi juga menjadi bekal dalam menjalankan kehidupan dan memberikan manfaat kepada sesama.
“Menuntut ilmu bukan hanya untuk mendapatkan gelar, tetapi bagaimana ilmu yang kita miliki dapat membimbing kehidupan, memperbaiki akhlak, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam Islam terdapat ilmu yang menjadi kewajiban setiap individu atau fardhu ain, seperti pengetahuan dasar tentang akidah, ibadah, dan akhlak. Sementara itu, terdapat pula ilmu yang bersifat fardhu kifayah, seperti kedokteran, sains, teknologi, dan bidang keilmuan lain yang dibutuhkan masyarakat.
Pesan tentang pentingnya menuntut ilmu juga diperkuat dengan hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Hal tersebut menunjukkan besarnya kedudukan ilmu dalam ajaran Islam.
Menurutnya tantangan saat ini bukan hanya keterbatasan akses terhadap ilmu, tetapi juga kemauan untuk terus belajar. Masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring berbagai informasi agar tidak mudah terpengaruh berita yang keliru atau menyesatkan.
“Ilmu itu menjadi bekal agar kita tidak mudah terbawa informasi yang salah. Karena itu, belajar harus dilakukan sepanjang hayat, tidak mengenal usia dan tidak boleh berhenti hanya karena seseorang sudah menyelesaikan pendidikan formal,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua menjadikan keluarga sebagai tempat pertama untuk menanamkan kecintaan terhadap ilmu. Anak-anak perlu didukung untuk mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita, sekaligus diarahkan agar ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk kebaikan.
Melalui semangat menuntut ilmu tanpa batas, masyarakat diharapkan terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Ilmu yang disertai niat baik dan diamalkan dalam kehidupan dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat kehidupan bermasyarakat, serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....