Doa Akhir Salat Sarat Makna
- 06 Mei 2026 06:00 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Doa di akhir salat memiliki makna mendalam sebagai bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT
- Ustaz Hefzi Mudir Pesantren Persis Bangil menyampaikan bahwa salat pada hakikatnya tidak hanya berupa gerakan, tetapi juga doa.
- Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan agar seorang hamba memohon perlindungan kepada Allah SWT dari azab kubur, azab neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal
RRI.CO.ID, Surabaya - Doa di akhir salat memiliki makna mendalam sebagai bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT, sebagaimana dibahas dalam program “Mutiara Pagi” Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 6 Mei 2026. Dalam tausiyahnya, Ustaz Hefzi Mudir Pesantren Persis Bangil menyampaikan bahwa salat pada hakikatnya tidak hanya berupa gerakan, tetapi juga doa.
“Kita tahu bahwa salat secara bahasa juga berarti doa. Dalam setiap salat tidak langsung salam, namun juga ada tasyahud atau tahiyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada bagian tasyahud terutama tasyahud akhir, Rasulullah SAW mencontohkan untuk memperbanyak doa sebelum salam. Posisi ini menjadi momen penting karena dilakukan dalam setiap salat wajib yang dikerjakan lima kali sehari.
“Di situlah Rasulullah berdoa kepada Allah, sehingga kita sebagai umat bisa meneladani,” katanya.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan agar seorang hamba memohon perlindungan kepada Allah SWT dari azab kubur, azab neraka, fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah Dajjal. Ustaz Hefzi menambahkan, terdapat beberapa variasi lafaz doa yang bisa diamalkan di akhir salat.
“Ada tujuh lafaz yang berbeda dan boleh digunakan yang mana saja,” ujarnya.
Ia juga menguatkan penjelasan tentang azab kubur melalui firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu’min ayat 45–46, “Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang…” yang menunjukkan adanya siksa sebelum hari kiamat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penyebab siksa kubur tidak selalu berasal dari dosa besar. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa seseorang dapat disiksa karena hal yang dianggap sepele, seperti tidak menjaga kebersihan dari najis dan perilaku mengadu domba.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa lain di akhir salat, seperti memohon ampunan dan perlindungan dari lilitan utang, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud. Menurutnya, doa menjadi salah satu cara utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Ketika melalui ujian, banyak cara untuk meminta pertolongan Allah, salah satunya melalui doa,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa posisi paling dekat antara manusia dengan Allah adalah saat sujud. Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya ketika sujud.
Meski hukum membaca doa setelah shalat adalah sunnah, ia mengajak umat Islam untuk menjadikannya sebagai bentuk kecintaan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....