Ecoton Tawarkan Solusi Pencemaran Sungai
- 04 Mei 2026 15:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ecoton menawarkan sejumlah langkah konkret untuk menekan pencemaran Sungai Surabaya, mulai dari penguatan pengawasan hingga pelibatan aktif masyarakat melalui program ronda sungai.
Manajer Divisi Advokasi Ecoton, Alaika Rahmatullah atau yang akrab disapa Alex, mengatakan pengendalian pencemaran perlu dilakukan secara terpadu dengan dukungan teknologi dan partisipasi publik.
“Kami mendorong pemasangan CCTV di titik rawan, penggunaan alat pemantau baku mutu air, serta pembentukan satgas pengawas sebagai langkah konkret pencegahan,” ujarnya dalam dialog Aspirasi di RRI Surabaya, Senin, 4 Mei 2026.
Selain itu, Ecoton juga menginisiasi program ronda sungai dengan melibatkan masyarakat, aktivis, dan perwakilan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan langsung di lapangan.
Menurut Alex, pencemaran Sungai Surabaya masih didominasi oleh aktivitas manusia, terutama limbah domestik dari rumah tangga dan limbah industri yang belum terkelola dengan baik. Secara umum, limbah domestik di kawasan perkotaan diketahui menjadi penyumbang terbesar pencemaran sungai.
“Pencemaran ini sebagian besar berasal dari aktivitas masyarakat sendiri, baik limbah rumah tangga maupun industri,” katanya.
Data Ecoton menunjukkan, pada tahun 2025 hasil inventarisasi permukiman di sepanjang aliran sungai menemukan sedikitnya 4.444 bangunan yang berkontribusi terhadap pencemaran. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Meski demikian, hasil survei persepsi Ecoton mencatat adanya tren positif dari generasi muda. Sekitar 37 persen generasi Z dinilai lebih peduli terhadap isu lingkungan, disusul generasi X dan milenial.
Untuk itu, Ecoton juga mendorong pengurangan sampah dari sumbernya, pemasangan media edukasi seperti trees banner, serta penertiban kawasan sempadan sungai yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pencemaran.
“Pengendalian kawasan sempadan sungai harus diperketat karena menjadi salah satu sumber pencemaran yang signifikan,” tegas Alex.
Selain temuan tersebut, Ecoton dalam berbagai risetnya juga mengungkap adanya kandungan mikroplastik di aliran Sungai Surabaya. Partikel ini berpotensi masuk ke rantai makanan dan berdampak pada kesehatan manusia jika tidak ditangani secara serius.
Melalui berbagai rekomendasi ini, Ecoton berharap ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor industri untuk menjaga kualitas sungai tetap layak, sekaligus menjamin keberlanjutan sumber air baku bagi warga Kota Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....