Refleksi Kebersihan Umat, Implementasi Ajaran Nabi Dikuatkan
- 03 Mei 2026 08:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya- Kebersihan sebagai bagian dari ajaran Nabi Muhammad kembali menjadi sorotan dalam kehidupan masyarakat modern. Meski nilai tersebut telah lama diajarkan dalam Islam, realitas di lapangan menunjukkan bahwa praktik kebersihan justru sering lebih terlihat di lingkungan yang dikelola oleh non-Muslim. Hal ini menjadi refleksi penting bagi umat Muslim untuk kembali menguatkan implementasi ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Timur, Ahsanul Haq, menegaskan bahwa kebersihan dalam Islam tidak hanya bersifat simbolik, tetapi merupakan bagian dari iman yang harus diwujudkan secara nyata. “Kebersihan itu bukan hanya diajarkan, tetapi harus dilaksanakan. Kita tidak bisa hanya mengklaim, tapi perlu menunjukkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dalam kajian Cahaya Pagi Pro4 RRI Surabaya. Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa kebersihan terbagi menjadi dua aspek utama, yakni kebersihan fisik dan kebersihan rohani. Kebersihan fisik mencakup diri sendiri, pakaian, hingga lingkungan tempat tinggal. Kebiasaan sederhana seperti mandi secara rutin, memakai pakaian bersih, dan menjaga rumah tetap rapi menjadi bentuk nyata implementasi nilai tersebut. Contoh yang bisa dilihat adalah Masjid Nasional Al Akbar Surabaya yang dikenal menjaga kebersihan baik di dalam maupun di luar area masjid.
Sementara itu, kebersihan rohani berkaitan erat dengan kondisi hati seseorang. Sifat iri, dengki, sombong, dan dendam disebut sebagai “kotoran hati” yang harus dibersihkan secara bertahap. Ia mengingatkan bahwa hati memiliki peran sentral dalam menentukan perilaku seseorang. “Dalam tubuh ada segumpal daging, yaitu hati. Jika baik, maka baiklah seluruh perilaku kita. Jika rusak, maka rusak pula semuanya,” jelasnya.
| Baca juga: Membumikan Al Quran Lewat Ekoteologi |
Upaya menjaga kebersihan hati dapat dilakukan melalui proses yang berkelanjutan, salah satunya dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Aktivitas spiritual tersebut diyakini mampu menenangkan hati, mengurangi kegelisahan, serta menjadi benteng dari perasaan negatif. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih mudah menunjukkan sikap dan perilaku yang positif dalam kehidupan sosial.
Di akhir pernyataannya, dirinya mengajak generasi muda untuk aktif menyosialisasikan nilai-nilai kebersihan dalam Islam. Peran organisasi seperti remaja masjid, OSIS, hingga karang taruna dinilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif. “Mari bersama menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan hati agar kita hidup sehat dan penuh keberkahan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....