Pertamina Perkuat Program Subsidi Tepat di Jatim

  • 30 Apr 2026 20:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat implementasi program Subsidi Tepat melalui peningkatan layanan QR Code serta pemutakhiran data konsumen di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin tepat sasaran dan mudah diakses masyarakat.

Upaya tersebut juga diiringi dengan penyerapan aspirasi dari kelompok sopir truk terkait penerapan barcode dalam program Subsidi Tepat. Para sopir menyampaikan sejumlah kendala teknis di lapangan serta masukan agar kebijakan ini tidak menghambat aktivitas distribusi barang.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pemutakhiran data menjadi langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah.

Ia menegaskan bahwa penerapan QR Code merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi, seperti Biosolar dan Pertalite, tepat sasaran. Dalam hal ini, Pertamina bertindak sebagai pelaksana distribusi sesuai penugasan pemerintah.

Ahad juga menilai penyampaian aspirasi dari para sopir sebagai bentuk perhatian pelanggan terhadap layanan yang diberikan. Pertamina, lanjutnya, berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan dengan menghadirkan solusi sesuai kewenangan.

Sementara itu, sistem pengawasan QR Code terus diperkuat melalui pemantauan berkala terhadap data kendaraan dan pola transaksi di SPBU. Sistem ini mampu mendeteksi anomali, seperti pengisian dalam volume besar dalam waktu berdekatan atau penggunaan QR Code di beberapa lokasi dalam waktu singkat, yang berpotensi mengindikasikan penyalahgunaan.

"Untuk mengatasi kendala di lapangan, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh Jawa Timur guna mempercepat proses verifikasi ulang dan aktivasi kembali QR Code bagi pengguna yang mengalami masalah saat transaksi," ujarnya.

Berdasarkan data, terdapat 119 kendaraan yang melakukan pendaftaran ulang untuk pengaktifan QR Code. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 kendaraan atau sekitar 73,1 persen telah berhasil menyelesaikan proses, sementara 32 kendaraan atau 26,9 persen lainnya masih mengalami kendala, seperti nomor polisi belum terdaftar, QR Code terhapus, atau perlunya revisi data kendaraan.

Pertamina mengimbau masyarakat yang datanya belum aktif untuk segera melakukan pendaftaran ulang dengan data kendaraan yang sesuai. Proses ini dirancang sederhana agar masyarakat tetap dapat mengakses BBM subsidi secara lancar dan aman.

"Melalui langkah ini, Pertamina tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan distribusi energi yang lebih adil dan tepat sasaran." katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....