REI Sebut Program Tiga Juta Rumah Subsidi Gerakkan Ekonomi Nasional
- 20 Jul 2026 12:43 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Program pembangunan tiga juta rumah subsidi yang dicanangkan pemerintah dinilai menjadi peluang besar untuk menggerakkan sektor properti sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program tersebut diyakini mampu menciptakan efek berganda karena melibatkan sekitar 180 industri turunan, mulai dari semen, besi, baja, keramik, kaca, hingga berbagai bahan bangunan lainnya.
Ketua Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Sidoarjo, Harry Hermawan, mengatakan keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pengembang. Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi terkait, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha agar target pembangunan rumah dapat tercapai.
"Program tiga juta rumah merupakan peluang besar untuk menggerakkan sektor properti sekaligus menghidupkan sekitar 180 industri pendukung. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar program nasional ini benar-benar berjalan optimal," ujar Harry, Senin 20 Juli 2026.
Ia menegaskan, REI Komisariat Sidoarjo siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Namun, dukungan itu perlu diimbangi dengan kepastian regulasi dari pemerintah agar pengembang memiliki landasan yang jelas dalam merealisasikan pembangunan rumah subsidi.
"Kami siap mendukung program pemerintah. Yang kami harapkan adalah adanya kepastian regulasi, mulai dari ketersediaan lahan, penyederhanaan proses perizinan, hingga kebijakan yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha," katanya.
Harry mengungkapkan, terdapat sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi pengembang dalam merealisasikan pembangunan rumah subsidi. Salah satunya adalah harga lahan yang terus mengalami kenaikan sehingga berdampak pada biaya produksi perumahan.
Selain itu, proses perizinan di daerah dinilai masih perlu disederhanakan agar waktu pembangunan dapat lebih efisien. Kenaikan harga material bangunan juga menjadi tantangan tersendiri karena berpengaruh terhadap harga pokok pembangunan rumah.
"Kami juga berharap ada penyesuaian kebijakan daerah, termasuk Peraturan Bupati yang mengatur ketentuan rumah komersial dan rumah subsidi. Regulasi yang adaptif akan sangat membantu percepatan pembangunan," ujarnya.
Menurut Harry, dukungan infrastruktur dasar juga tidak kalah penting. Ketersediaan jaringan air bersih, akses jalan, drainase, hingga fasilitas pendukung lainnya menjadi faktor yang menentukan keberhasilan pengembangan kawasan perumahan subsidi.
"Jika persoalan regulasi, perizinan, lahan, dan infrastruktur dapat diselesaikan bersama, kami optimistis program tiga juta rumah tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui tumbuhnya industri-industri pendukung," katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....