Dakwah lewat Puisi Jadi Media Syiar Menyentuh Hati

  • 28 Apr 2026 07:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi yang disiarkan pada Selasa, 28 April 2026 mengangkat topik dakwah melalui puisi sebagai media penyampaian pesan keagamaan. Dalam dialog tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Benowo Kementerian Agama Surabaya, Ustadz Sholihan, menjelaskan bahwa dakwah tidak harus selalu dilakukan secara formal, tetapi bisa melalui pendekatan yang lebih menyentuh, seperti karya sastra.

Dalam pembukaannya, Ustadz Sholihan menyampaikan pesan religius yang sarat makna melalui untaian kata. “Bukanlah puisi ini untuk bersolek kata, bukan pula bait ini untuk mencari puja, namun izinkan untaian makna ini menyapa, sebagai pengingat jiwa yang sering alpa,” ujarnya. Kutipan tersebut menjadi gambaran bahwa puisi dapat menjadi sarana refleksi diri bagi setiap individu.

Ia menjelaskan bahwa dakwah melalui puisi memiliki kekuatan tersendiri karena mampu menyentuh hati tanpa terkesan menggurui. Menurutnya, pendekatan ini lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang cenderung menyukai karya kreatif dan ekspresif.

Ustadz Sholihan menegaskan bahwa dakwah tidak selalu identik dengan ceramah di atas mimbar. “Dakwah tidak selalu bising di mimbar, dakwah bisa lahir dari sunyinya malam, merangkai syair yang sabar,” ungkapnya. Melalui cara tersebut, pesan-pesan kebaikan dapat disampaikan dengan lebih lembut dan mendalam.

Ia juga menambahkan bahwa puisi mampu menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman secara estetis. Dengan pemilihan kata yang tepat, pesan dakwah dapat meresap ke dalam hati pendengar atau pembaca, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

Menurutnya, tujuan utama dari dakwah melalui puisi adalah mengajak manusia kembali ke jalan yang benar. “Agar pesan suci meresap ke dalam jantung, membawa hamba kembali dari jalan yang menyimpang,” tuturnya. Hal ini menunjukkan bahwa puisi tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai sarana perubahan diri.

Dalam praktiknya, dakwah melalui puisi dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak terbatas pada kalangan tertentu. Ustadz Sholihan mendorong masyarakat untuk mulai mengekspresikan nilai-nilai kebaikan melalui tulisan, sehingga pesan dakwah dapat tersebar lebih luas.

Melalui dialog tersebut, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai media dalam berdakwah, termasuk puisi. Dengan pendekatan yang kreatif dan menyentuh, diharapkan pesan keagamaan dapat lebih mudah diterima dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....