Penutupan Tambang Boyo Diperpanjang Demi Keamanan
- 13 Sep 2026 19:46 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Penutupan Jalan Tambang Boyo, Surabaya, diperpanjang hingga akhir September demi keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi pembangunan Rumah Pompa Darmahusada.
- Bambang Yulianto, Pengawas Saluran Drainase DSDABM Kota Surabaya menjelaskan pemasangan CCSP diperkirakan selesai dalam satu hingga dua hari. Namun, pembukaan jalan tidak langsung dilakukan demi keselamatan pengendara.
- Dengan perpanjangan penutupan ini, pengguna Jalan Tambang Boyo masih perlu mencari jalur alternatif hingga pekerjaan di sekitar Rumah Pompa Darmahusada dinyatakan aman.
RRI.CO.ID, Surabaya - Penutupan Jalan Tambang Boyo, Surabaya, kembali diperpanjang. Ruas jalan yang semula dijadwalkan dibuka 7 September, kemudian mundur hingga 10 September, kini masih ditutup demi keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi pembangunan Rumah Pompa Darmahusada.
Aduan disampaikan Yanto kepada Tim Halo RRI, Jumat, 11 September 2026. Ia mempertanyakan kepastian pembukaan Jalan Tambang Boyo karena ruas tersebut menjadi jalur yang dilaluinya setiap hari.
“Halo RRI saya Yanto. Ini kan Jalan Tambang Boyo masih ditutup. Kemarin pengumuman pertama tulisannya sampai tanggal 7 September, terus mundur lagi sampai tanggal 10 September. Hari ini kok saya lewat ini masih tutup ya, itu kira-kira sampai kapan ya. Karena itu jalur setiap hari lewat,” ujar Yanto.
Menurut Yanto, penutupan Jalan Tambang Boyo juga berdampak pada kepadatan lalu lintas di jalur alternatif menuju Jalan Pemuda. “Akhirnya kalau mau ke Jalan Pemuda lewat Jalan Pacar Keling, numpuk lah di situ, apalagi kalau pagi. Karena kan juga ada jalur kereta,” katanya.
Aduan tersebut kemudian diteruskan Tim Halo RRI kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga atau DSDABM Kota Surabaya. Penjelasan diberikan Bambang Yulianto, Pengawas Saluran Drainase DSDABM Kota Surabaya, Minggu, 13 September 2026.
“Jadi memang penutupan Jalan Tambang Boyo itu berkaitan dengan pembangunan Rumah Pompa Darmahusada. Karena menggunakan alat pancang dan juga material yang sangat panjang dan besar, itu harus menutup ruas Jalan Tambang Boyo,” ujar Bambang kepada Tim Halo RRI.
Bambang menjelaskan, pemasangan CCSP atau Corrugated Concrete Sheet Pile diperkirakan selesai dalam satu hingga dua hari. Namun, pembukaan jalan tidak langsung dilakukan karena masih mempertimbangkan keselamatan pengendara yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan.
“Sebetulnya pemasangan CCSP selesai satu-dua hari ini, karena mengingat pentingnya pengamanan, keamanan pengendara lalu lintas yang melintasi di samping rumah pompa Tambang Boyo, kita undur untuk pembukaannya,” katanya.
Menurut Bambang, jika jalan dibuka saat alat berat masih berada di lokasi, kendaraan harus melintas di sisi alat berat. Kondisi tersebut dinilai berisiko, terutama ketika alat melakukan manuver atau aktivitas pekerjaan masih berlangsung.
“Jadi yang dikhawatirkan nanti, ada pas mungkin manuver atau pas jalan dan mengenai pengendara. Demi keamanan sementara, untuk penutupan ini kita perpanjang,” ujar Bambang.
Terkait waktu pembukaan, Bambang menyebut Jalan Tambang Boyo kemungkinan sudah dapat kembali dilalui sebelum atau sekitar akhir September 2026. “Yang kemungkinan akhir September, atau tidak sampai akhir September sudah dibuka kembali,” kata Bambang.
Dengan perpanjangan penutupan ini, pengguna Jalan Tambang Boyo masih perlu mencari jalur alternatif hingga pekerjaan di sekitar Rumah Pompa Darmahusada dinyatakan aman. DSDABM memastikan pembukaan jalan akan dilakukan setelah aktivitas alat berat yang berisiko bagi pengguna jalan tidak lagi berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....