Bekal Kehidupan Harus Disiapkan sejak Dini
- 25 Apr 2026 06:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID. Surabaya - Setiap muslim perlu menyiapkan bekal kehidupan sejak dini sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan akhirat. Ketua Departemen Dakwah dan Digitalisasi PDNA Kabupaten Mojokerto, Ustazah Indy Nurul Auliya Putri Zulfah, mengatakan, kehidupan di dunia merupakan perjalanan yang menuntut kesiapan bekal yang tepat.
“Hidup ini adalah perjuangan dan perjalanan. Kita membutuhkan bekal untuk sampai ke kehidupan mendatang. Maka penting bagi kita memikirkan apa saja yang akan kita bawa menuju tujuan tersebut,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Sabtu, 25 April 2026.
| Baca juga: Remaja Berprestasi tanpa Kehilangan Akhlak |
Ia menilai, bekal tersebut harus selaras dengan tujuan akhir seorang muslim, yakni kehidupan di surga. Karena itu, ibadah perlu dijaga secara konsisten, tidak hanya meningkat pada momen tertentu.
Menurutnya, semangat ibadah yang tinggi saat Ramadan kerap menurun setelahnya akibat kesibukan dunia. “Seringkali saat Ramadan kita menggebu dalam beribadah, tetapi setelah itu menurun karena tuntutan dunia. Maka kita perlu menguatkan kembali motivasi dalam beribadah,” katanya.
Indy menegaskan, kalimat tauhid laa ilaaha illallah menjadi bekal utama yang harus dijaga dalam kehidupan seorang muslim. “Kalimat ini mungkin mudah diucapkan saat ini, tetapi akan sangat sulit saat sakaratul maut jika tidak dibiasakan. Ini menjadi pertaruhan iman kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan tauhid dapat dilakukan dengan menjaga keyakinan kepada Allah tanpa keraguan, bersungguh-sungguh dalam ibadah, serta menumbuhkan keikhlasan dalam mencari ridho-Nya. Selain itu, sikap menjauhi syirik dan riya, menjunjung kejujuran, menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, taat terhadap perintah-Nya, serta menerima ketentuan hidup sebagai kehendak-Nya juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan bekal kehidupan.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 197 disebutkan, “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” Sementara itu, dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, “Barang siapa yang akhir perkataannya ‘laa ilaaha illallah’, maka ia akan masuk surga.”
Ia menekankan, bekal kehidupan perlu dipersiapkan secara berkelanjutan agar setiap muslim dapat meraih akhir kehidupan yang baik. “Semua yang kita jalani semata-mata karena Allah. Jika itu kita pegang, insyaAllah kita dapat menutup kehidupan dengan baik,” tuturnya mengakhiri tausiyah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....