Dilantik, MUI Surabaya Sampaikan Rekomendasi Strategis

  • 23 Apr 2026 23:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surabaya Masa Khidmat 2025–2030 dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1447 H/2026 M berlangsung khidmat di Graha Sawunggaling, Pemkot Surabaya, Kamis, 23 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI Kota Surabaya, Drs. KH. Muhaimin Ali, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, KH. Muhaimin Ali menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro dalam mewujudkan Surabaya sebagai kota yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur. Ia menyebut MUI sebagai mitra kerja pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan religius.

“Kami sebagai shohibul hukumah akan menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Bapak Wali Kota Surabaya terkait kemajuan kota ini,” ujar KH. Muhaimin Ali di hadapan para undangan.

Rekomendasi pertama yang disampaikan adalah terkait pentingnya keberadaan kantor MUI yang representatif. Ia menilai peran MUI tidak bisa dipandang sebelah mata dalam mendukung berbagai program pemerintah.

“Keberadaan MUI tidak bisa ditawar-tawar lagi. Oleh karena itu kami merekomendasikan agar Bapak Wali Kota Surabaya membangun kantor MUI Kota Surabaya yang representatif,” katanya.

Ia mencontohkan berbagai kontribusi MUI Surabaya, di antaranya meraih nilai terbaik dalam akreditasi MUI se-Jawa Timur yang dilakukan oleh MUI Provinsi Jawa Timur. Selain itu, MUI juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

“Pada saat Covid-19, MUI Surabaya tampil terdepan dalam vaksinasi massal di Tambaksari dan aktif memberikan edukasi melalui berbagai media,” ujarnya.

Tak hanya itu, MUI Surabaya juga berperan dalam isu-isu keagamaan dan kesehatan, seperti seminar tentang penyakit kuku ditinjau dari syariat dan kesehatan, serta edukasi terkait bahaya radikalisme di lingkungan perguruan tinggi dan lembaga publik. “Dalam masalah terorisme dan radikalisme, kami telah mengadakan berbagai seminar pencegahan di kampus, lembaga publik, hingga instansi pemerintahan,” katanya.

KH. Muhaimin juga menyinggung peran MUI dalam memberikan pandangan hukum terkait penyembelihan hewan secara stunning. Menurutnya, MUI Surabaya menjadi rujukan berbagai media dalam memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Berbagai media televisi datang ke kantor MUI untuk meminta penjelasan tentang hukum penyembelihan secara stunning,” ucapnya.

Rekomendasi berikutnya menyangkut pengelolaan tempat pemakaman umum di Surabaya. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 3 juta jiwa, ia menilai persoalan lahan makam akan menjadi tantangan besar di masa depan.

“Oleh karena itu kami merekomendasikan agar ada perda syariat terkait pemakaman, misalnya satu makam bisa diisi 4 sampai 5 orang dengan penataan yang baik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan pembangunan masjid agung sebagai ikon kota. Menurutnya, Surabaya sebagai kota pesisir yang menjadi pintu masuk Islam di Jawa sudah seharusnya memiliki masjid agung yang representatif.

“Kami mengusulkan Masjid Al Muhajirin digeser ke utara dan dijadikan masjid agung Surabaya,” katanya.

Terakhir, ia mengusulkan agar Taman Surya difungsikan sebagai alun-alun kota. Dengan demikian, Surabaya akan memiliki tata kota yang mencerminkan sejarah dan identitasnya sebagai pusat perkembangan Islam di Jawa.

“Dengan penataan ini, Surabaya akan memiliki masjid agung, pendopo, alun-alun, dan sistem pemakaman yang tertata dalam perda,” kata KH. Muhaimin Ali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....