Sejumlah Wilayah Masih Diguyur Hujan meski Memasuki Musim Kemarau

  • 22 Apr 2026 12:00 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - BMKG menjelaskan bahwa hujan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia saat ini merupakan kondisi normal, meskipun sebagian masyarakat menilai musim kemarau sudah mulai datang.

Melalui unggahan resminya, BMKG menyebut Indonesia saat ini masih berada dalam fase peralihan musim. Pada awal April, baru sekitar 7,8 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Sementara sebagian besar wilayah lainnya masih berada dalam musim hujan.

“Jadi, wajar kalau daerahmu masih sering hujan,” tulis BMKG dalam keterangan unggahan tersebut.

BMKG juga menerangkan bahwa musim kemarau di Indonesia datang secara bertahap, dipengaruhi angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara wilayah Indonesia.

Adapun perkiraan wilayah yang mulai memasuki musim kemarau secara bertahap yakni:

April–Mei: Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Juni: Sebagian besar wilayah Sumatra.

Juli: Sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali. Secara meteorologis, awal musim kemarau ditandai ketika curah hujan kurang dari 50 milimeter per 10 hari (satu dasarian) dan berlangsung selama tiga dasarian berturut-turut.

Dengan demikian, peluang hujan tetap ada, namun frekuensinya cenderung lebih jarang dibanding saat musim hujan.

BMKG juga meluruskan anggapan bahwa kemarau tahun 2026 akan menjadi yang terparah dalam 30 tahun terakhir. Menurut lembaga tersebut, musim kemarau 2026 memang diprediksi lebih kering dari kondisi normal, tetapi tidak berarti menjadi musim kemarau paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Masyarakat diimbau tetap memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca selama masa transisi musim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....