Pemkab Sidoarjo Kerahkan Lima Alat Berat Hadapi Ancaman Banjir
- 18 Sep 2026 12:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat normalisasi sungai dan avour di wilayah Tanggulangin dan Candi menjelang musim hujan. Bupati Sidoarjo Subandi mengerahkan lima alat berat untuk mengeruk sungai yang mengalami pendangkalan.
Langkah itu dilakukan setelah Subandi melakukan inspeksi mendadak di Sungai Gedangrowo, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. Dari lima alat berat yang disiapkan, baru tiga ekskavator yang beroperasi di lapangan.
Subandi meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) segera menurunkan seluruh alat berat. Ia menargetkan lima alat tersebut sudah beroperasi untuk mempercepat normalisasi sejumlah sungai sebelum hujan datang.
“Sudah saya telepon dinas PU, kenapa alat-alatnya belum dikirim semua. Saya minta PU memastikan besok lima alat berat sudah turun semua,” kata Subandi dalam keterangan yang diterima, Jumat 18 September 2026.
Menurut Subandi, sejumlah sungai di Tanggulangin dan Candi mengalami pendangkalan. Salah satunya berada di kawasan Kalidawir, Tanggulangin. Karena itu, pengerahan alat berat diprioritaskan untuk sungai dan avour yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Pemkab Sidoarjo juga meminta camat berkoordinasi dengan Dinas PU BM SDA untuk memetakan sungai yang tidak dapat dijangkau alat berat. Penanganan melalui program Pembangunan Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK) itu diarahkan agar normalisasi dilakukan dari hulu hingga hilir.
“Untuk normalisasi yang lokasinya tidak bisa dijangkau dengan alat-alat berat, minimal Pak Camat bisa berkolaborasi dengan PU. Kita petakan agar semua sungai di daerah Tanggulangin dan Candi betul-betul siap saat musim hujan,” ujar Subandi.
Selain pengerukan sungai, Pemkab Sidoarjo menyiapkan rencana pembangunan embung di Desa Kedungbanteng. Lahan sekitar 15 hektare di RT 08 diusulkan menjadi lokasi embung untuk menampung air sekaligus menjadi bagian dari penanganan banjir dan persoalan penurunan tanah.
“Tujuannya untuk menampung air. Kalau bisa pembebasan lahannya kita usahakan 2027. Kalau tidak bisa, 2028. Setelah itu tanahnya bisa diserahkan kepada desa untuk dikelola. Termasuk kemungkinan menjadi kawasan wisata,” kata Subandi.
Persoalan penurunan tanah di Kedungbanteng juga akan dikaji lebih lanjut. Pemkab Sidoarjo berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengukur tingkat penurunan tanah di kawasan tersebut.
Subandi mengatakan betonisasi jalan yang sebelumnya dilakukan di kawasan yang kerap tergenang belum sepenuhnya mengatasi persoalan. Karena itu, ia meminta penanganan banjir tidak berhenti pada satu titik, tetapi dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Sebenarnya, Pemkab Sidoarjo telah melakukan betonisasi jalan di kawasan Kedungbanteng yang tergenang banjir. Tapi, ternyata posisi jalan yang dibetonisasi masih banjir. Ini menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....