DPRD Surabaya Kecam Dugaan Penipuan lowongan Kerja Eks Camat Pakal

  • 19 Apr 2026 16:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko mengecam keras dugaan penipuan bermodus lowongan kerja yang melibatkan mantan Camat Pakal berinisial D. Kasus ini mencuat setelah aduan warga diterima Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan viral di media sosial.

Yona yang akrab disapa Cak Yebe menegaskan, seluruh aparatur sipil negara dan pejabat publik harus menjaga integritas serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

“Atas kejadian ini kami mengimbau dan mewanti-wanti agar setiap ASN dan pejabat publik tidak menyalahgunakan wewenang untuk melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan warga,” ujarnya, Minggu 19 April 2026.

Kasus ini bermula dari pengakuan seorang warga yang diminta membayar Rp25 juta agar anaknya bisa bekerja sebagai tenaga outsourcing di lingkungan Pemkot Surabaya. Namun hingga berbulan-bulan, pekerjaan yang dijanjikan tidak terealisasi dan uang tidak kembali.

Cak Yebe menegaskan, meski yang bersangkutan kini berstatus mantan camat, dugaan peristiwa terjadi saat masih aktif sebagai ASN.

“Sekalipun yang bersangkutan sudah pensiun, namun kejadian ini dilakukan saat masih menjabat sebagai ASN,” tegasnya.

Menurutnya, kasus tersebut mencoreng citra Pemerintah Kota Surabaya. Ia meminta pengawasan internal diperketat, termasuk dalam penempatan pejabat di posisi strategis.

“Wali kota dan inspektorat harus lebih jeli dalam menempatkan ASN di pos-pos vital,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas sebagai syarat utama dalam pengisian jabatan, termasuk kewajiban pelaporan harta kekayaan sebagai bentuk transparansi.

Lebih lanjut, Yona menyebut proses hukum tetap perlu dilakukan untuk memberikan efek jera, meski tidak selalu mampu mengembalikan kerugian korban secara penuh.

“Langkah hukum penting agar menjadi pembelajaran bagi seluruh ASN agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan warga dan negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menerima langsung aduan warga terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam video yang beredar, korban mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum pejabat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun hingga kini janji tersebut tidak terealisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....