Mindfulness Ala Rasulullah, Kunci Hidup Tenang di Era Modern

  • 19 Apr 2026 06:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kehidupan modern, konsep mindfulness atau kesadaran penuh semakin banyak dibicarakan. Namun, jauh sebelum istilah ini populer, ajaran Nabi Muhammad telah lebih dulu mencontohkan praktik hidup dengan kesadaran utuh dalam setiap aktivitas.

Mindfulness dalam perspektif Islam tidak sekadar fokus pada momen saat ini, tetapi juga melibatkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap langkah kehidupan. Rasulullah dikenal sebagai sosok yang selalu hadir sepenuhnya, baik saat beribadah, bekerja, maupun berinteraksi dengan sesama.

Ustad M. Sholah Ulayya, LC.,M.Pd.I, dari MPD BKPRMI Kabupaten Sidoarjo sekaligus inisiator Rumah Jeda Ruang Rasa saat berbincang dengan RRI Surabaya dalam program Mutiara Pagi pada Minggu 19 April 2026, menyebutkan bahwa salah satu bentuk nyata mindfulness ala Rasulullah adalah melalui ibadah yang dilakukan dengan khusyuk. Shalat bukan hanya rutinitas, tetapi momentum untuk menghadirkan hati dan pikiran secara utuh. Ia menegaskan bahwa konsep mindfulness dalam Islam sangat dekat dengan praktik keseharian umat Muslim.

“Mindfulness ala Rasulullah itu sebenarnya sederhana, yakni menghadirkan hati dalam setiap aktivitas. Ketika makan sadar sedang makan, ketika shalat sadar sedang menghadap Allah, dan ketika berinteraksi hadir sepenuhnya dengan lawan bicara,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kunci penting adalah memperbanyak dzikir dan melatih kesadaran diri. “Dzikir bukan hanya ritual lisan, tetapi cara untuk mengembalikan fokus hati agar tidak mudah terdistraksi oleh kegelisahan dunia,”ucapnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Rasulullah dikenal sangat perhatian terhadap hal-hal kecil. Beliau mendengarkan dengan penuh empati, berbicara dengan lembut, dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Sikap ini mencerminkan kualitas kesadaran tinggi yang menjadi inti dari mindfulness.

Di era digital yang penuh distraksi, nilai-nilai tersebut dinilai semakin relevan. Banyak individu mengalami stres akibat terlalu fokus pada masa depan atau terjebak pada masa lalu. Padahal, Rasulullah telah mencontohkan pentingnya hidup di masa kini dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Ustad Sholah Ulayya juga menilai bahwa praktik ini dapat menjadi solusi bagi kesehatan mental masyarakat. “Kalau kita mampu menghadirkan kesadaran seperti yang diajarkan Rasulullah, insyaAllah hati lebih tenang, tidak mudah cemas, dan lebih siap menghadapi realitas kehidupan,” katanya.

Dengan meneladani mindfulness ala Rasulullah, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menghadapi tekanan hidup, tetapi juga menemukan makna dan ketenangan dalam setiap aktivitas. Konsep ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari hal besar, melainkan dari kemampuan untuk hadir sepenuhnya di setiap momen kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....