Muslim Sejati Tercermin dari Sikap Hidup Sehari-hari
- 03 Agt 2026 07:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Ustazah Haniah, mengajak umat Islam membiasakan sikap hidup yang mencerminkan nilai-nilai keislaman melalui perkataan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi tausiyah dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
MenurutUstazah Haniah, seorang muslim hendaknya menjadikan seluruh aktivitas sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-An'am ayat 162 yang menegaskan bahwa salat, ibadah, hidup, dan mati seorang muslim dipersembahkan hanya kepada Allah SWT. "Katakanlah, sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (QS. Al-An'am: 162).
"Ayat tersebut mengingatkan bahwa seluruh aktivitas yang kita lakukan hendaknya diniatkan sebagai ibadah dan bentuk pengabdian kepada Allah SWT," ujarnya.
Ustazah Haniah menjelaskan, pembentukan karakter seorang muslim tidak terjadi secara instan, tetapi dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, setiap perkataan dan perbuatan akan menjadi cerminan kualitas keimanan seseorang.
Ia mengatakan, kebiasaan pertama yang perlu dibangun adalah mengawali setiap aktivitas dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Selain sebagai bentuk memohon pertolongan dan keberkahan Allah SWT, ucapan tersebut juga menumbuhkan optimisme serta keyakinan dalam menjalankan setiap ikhtiar.
"Manusia berkewajiban berusaha semaksimal mungkin. Adapun hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT. Karena itu, setiap ikhtiar hendaknya diawali dengan bismillah," katanya.
Selain mengawali pekerjaan dengan bismillah, Ustazah Haniah juga mengajak umat Islam membiasakan mengucapkan Alhamdulillah setelah menyelesaikan suatu pekerjaan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7 yang menyatakan bahwa Allah akan menambah nikmat kepada hamba-Nya yang senantiasa bersyukur.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak istigfar sebagai bentuk introspeksi dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan senantiasa memohon ampun kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari bahwa beliau beristigfar lebih dari 70 kali setiap hari.
Dalam membangun hubungan dengan sesama, Ustazah Haniah juga mengajak umat Islam membiasakan mengucapkan Insya Allah ketika membuat rencana atau menyampaikan janji. Menurutnya, ucapan tersebut mencerminkan kesadaran bahwa manusia hanya dapat berikhtiar, sedangkan segala kepastian berada dalam kehendak Allah SWT. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Kahfi ayat 23–24.
Ia menambahkan, seorang muslim juga tidak boleh mudah berputus asa ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. Dalam kondisi tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Laa haula wa laa quwwata illa billah, yang berarti tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Kalimat tersebut disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu perbendaharaan surga dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Di akhir tausiyahnya, Ustazah Haniah berharap umat Islam dapat membiasakan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi karakter yang melekat dalam diri. Menurutnya, seorang muslim sejati tidak hanya dikenal dari ibadahnya, tetapi juga dari akhlak, tutur kata, dan perilaku yang memberikan manfaat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....