Pemberian MPASI pada Balita Harus Tepat Waktu dan Sesuai Tahapan
- 15 Apr 2026 18:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengingatkan para orang tua untuk memperhatikan waktu dan cara pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) pada bayi. Hal ini penting karena masa balita merupakan fase eksplorasi sekaligus periode krusial dalam tumbuh kembang anak.
MPASI dianjurkan mulai diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Pada usia tersebut, ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan energi, protein, serta zat besi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan optimal.
Selain itu, MPASI juga berperan dalam memperkenalkan tekstur makanan serta meningkatkan daya tahan tubuh bayi melalui kandungan gizi seperti vitamin A, zat besi, dan antioksidan. Namun, pemberian MPASI harus memperhatikan tanda kesiapan bayi.
| Baca juga: Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai |
Di antaranya adalah kepala sudah tegak, mampu duduk tanpa bantuan, tertarik saat melihat orang lain makan, serta berkurangnya refleks menjulurkan lidah. Bayi juga mulai mencoba meraih makanan dan membuka mulut saat disodori makanan.
Melalui unggahannya di media sosial @dinkesjatim, menegaskan pemberian MPASI yang tidak tepat waktu dapat berdampak negatif. Jika diberikan terlalu dini, yakni sebelum usia 4 bulan, bayi berisiko mengalami gangguan penyerapan nutrisi dari ASI serta berpotensi mengalami obesitas. Sebaliknya, jika terlambat diberikan setelah usia 6 bulan, bayi dapat mengalami kekurangan nutrisi penting, terutama zat besi dan zinc.
Dalam praktiknya, MPASI pertama sebaiknya diberikan dengan tekstur yang sangat lembut. Seiring bertambahnya usia, orang tua dapat mulai mengenalkan finger food pada usia 8–9 bulan guna melatih kemandirian makan, kemampuan motorik halus, serta kemampuan menggigit dan mengunyah.
Contoh makanan yang dianjurkan antara lain sayuran lunak seperti wortel dan brokoli, buah matang seperti pisang dan alpukat, serta sumber protein seperti telur matang, daging empuk, dan keju lembut. Sementara itu, orang tua disarankan menghindari pemberian garam, gula tambahan, madu, kacang utuh, serta minuman seperti teh dan kopi.
Selain kandungan gizi, aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama. Orang tua diminta menjaga kebersihan tangan, bahan makanan, dan peralatan makan. Makanan juga harus dimasak hingga matang untuk membunuh kuman, serta menggunakan minyak yang bersih dan layak konsumsi.
Pemisahan alat antara bahan mentah dan matang juga perlu dilakukan guna mencegah kontaminasi. Dengan pemberian MPASI yang tepat, diharapkan tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal serta terhindar dari berbagai risiko kesehatan sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....