Indonesia Rawan Bencana, BNPB Tekankan Penguatan Regulasi
- 11 Apr 2026 20:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Kondisi geografis dan geologis membuat berbagai jenis bencana kerap terjadi.
Analis risiko bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sesa Wiguna, mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki potensi bencana. Hal ini terlihat dari banyaknya kejadian bencana yang tercatat setiap tahun.
“Kalau kita lihat, tempat kita ini memang sangat berisiko tinggi terhadap bencana,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026. Ia mencontohkan pada tahun 2015 terjadi berbagai bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung api, tsunami, banjir, hingga cuaca ekstrem.
Selain itu, bencana lain seperti tanah longsor, kekeringan, dan abrasi juga sering terjadi di sejumlah daerah. Ragam ancaman ini menunjukkan kompleksitas risiko yang dihadapi Indonesia.
Menurut Sesa, jumlah kejadian bencana memang tidak merata di setiap wilayah. Ada daerah dengan intensitas rendah, namun ada pula yang kerap mengalami bencana besar.
Meski demikian, hampir tidak ada provinsi di Indonesia yang benar-benar bebas dari risiko bencana. Ia menyebut hanya sedikit negara di dunia yang memiliki risiko minimal, salah satunya Timor Leste.
“Kalau kita lihat, seluruh wilayah Indonesia ini pernah mengalami bencana,” katanya. Kondisi ini menegaskan bahwa risiko bencana merupakan tantangan nasional yang harus dihadapi bersama.
Dampak paling memprihatinkan dari bencana adalah jatuhnya korban jiwa. Selain itu, kerugian material dan kerusakan lingkungan juga menjadi konsekuensi serius.
“Yang paling menyedihkan adalah adanya korban jiwa yang menjadi tragedi tersebut,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan untuk meminimalkan dampak tersebut.
Sebagai bentuk respons, pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi terkait penanggulangan bencana. Kebijakan tersebut mencakup perencanaan tata ruang hingga sistem mitigasi dan kesiapsiagaan.
Regulasi ini bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Selain itu, aturan tersebut juga menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mengelola risiko.
Sesa menilai, implementasi kebijakan harus diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Edukasi kebencanaan menjadi kunci dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Sinergi ini diperlukan untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh.
Dengan langkah yang terintegrasi, diharapkan risiko bencana di Indonesia dapat ditekan. Upaya ini penting untuk melindungi keselamatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....