Merasa Tak Layak Dicintai Allah, Ini Akar Masalahnya

  • 11 Apr 2026 08:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Fenomena krisis kepercayaan diri secara spiritual, khususnya yang dialami oleh GenZ, menjadi perhatian bersama, terutama di kalangan generasi muda Muslim. Tidak sedikit yang merasa dirinya penuh dosa, jauh dari nilai agama, hingga muncul anggapan bahwa mereka tidak lagi layak mendapatkan cinta Allah.

Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Sabtu, 11 April 2026, Ustazah Firda Nur Anzani Syofri, Ketua Departemen Pusintek PDNA Kota Batu menilai perasaan tidak layak dicintai Allah berangkat dari pemahaman agama yang belum utuh.

“Banyak yang melihat dosa sebagai akhir dari segalanya, padahal dalam Islam, dosa justru menjadi pintu untuk kembali mendekat kepada Allah melalui taubat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akar masalahnya bukan pada banyaknya kesalahan yang dilakukan, melainkan pada cara pandang individu terhadap rahmat Allah. Ketika seseorang hanya fokus pada kesalahan diri tanpa memahami luasnya ampunan Tuhan, maka yang muncul adalah keputusasaan.

“Perasaan insecure dalam beragama ini berbahaya. Jika dibiarkan, bisa membuat seseorang berhenti berusaha menjadi lebih baik,” katanya.

Kondisi ini diperparah oleh tekanan sosial, terutama dari lingkungan dan media sosial, yang seringkali membentuk standar kesalehan yang tidak realistis. Akibatnya, sebagian orang merasa tertinggal secara spiritual dan memilih menjauh dari praktik keagamaan.

“Padahal dalam ajaran Islam, rahmat Allah disebut jauh lebih besar daripada murka-Nya, dan pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali,” ujarnya.

Ustazah Firda Nur Anzani yang juga Ketua Pimpinan Cabang Kota Batu menjelaskan, kurangnya literasi keagamaan yang mendalam juga menjadi faktor pemicu. Banyak umat yang memahami ajaran agama secara parsial, sehingga lebih dominan pada aspek hukuman dibandingkan kasih sayang Allah.

“Yang terpenting adalah terus melangkah, sekecil apa pun kebaikan itu. Karena cinta Allah tidak diukur dari kesempurnaan, tapi dari kesungguhan hamba-Nya untuk kembali,” katanya.

Untuk itu ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bahwa setiap manusia memiliki peluang yang sama untuk dicintai Allah, selama mau berusaha memperbaiki diri. Karena perasaan tidak layak hanyalah hambatan psikologis yang perlu diluruskan, agar tidak menghalangi seseorang untuk mendekat kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....