Ludruk RRI Surabaya Rekam Lakon "Bedo Nasib"

  • 09 Apr 2026 17:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Gema kesenian tradisional Ludruk kembali membuncah di ruang kesenian Mahameru RRI Surabaya. Pada Rabu, 8 April 2026, telah dilaksanakan proses rekaman lakon terbaru berjudul "Bedo Nasib". Karya ini lahir dari buah pemikiran Cak Insyaf yang bertindak sekaligus sebagai penulis ide cerita dan sutradara.

Lakon ini memotret realita sosial yang tajam namun dikemas dengan guyonan khas dan pesan moral yang mendalam tentang perjuangan hidup di tengah perbedaan strata ekonomi.

Sinopsis: Antara Beasiswa dan Gengsi

Cerita berpusat pada keluarga Pak Sudar, sosok ayah yang harus berjuang keras menyekolahkan anak-anaknya yang cerdas di tengah keterbatasan ekonomi. Kondisi ini berbanding terbalik dengan adiknya, Pak Sardi, seorang kaya raya dengan anak tunggal bernama Winda yang hidup tanpa kekurangan materi sedikit pun.

Konflik dimulai saat Pak Sudar mencoba meminjam uang kepada adiknya untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Alih-alih dipinjami sesuai kebutuhan, Pak Sardi hanya memberi uang sekadarnya, menunjukkan jurang empati yang lebar meski memiliki ikatan darah.

Di sisi lain, muncul sosok Roni, putra dari Pak Kusen yang juga berasal dari keluarga kurang mampu namun memiliki kecerdasan luar biasa. Di sinilah bumbu asmara dimulai:

Winda (anak Pak Sardi yang kaya) mengejar cinta Roni.

Roni justru lebih menaruh simpati kepada Eni, putri Pak Sudar yang sederhana namun berprestasi.

Berkat ketekunan dan kecerdasannya, Eni berhasil mendapatkan beasiswa hingga lulus kuliah. Keberhasilannya ini tidak hanya mengangkat derajat dirinya, tetapi juga membantu membiayai pendidikan adik-adiknya.

Puncak konflik terjadi saat Winda memergoki Roni menyatakan cintanya kepada Eni. Perselisihan keluarga pun tak terelakkan. Saat dipaksa memilih oleh orang tuanya, Roni dengan tegas memilih Eni. Hal ini memicu pengakuan getir namun nyata bahwa meski keluarga Pak Sardi menang dalam urusan harta, mereka kalah dalam urusan ketulusan hati dan kasih sayang.

"Cerita ini sengaja diambil dari kehidupan sehari-hari agar lebih dekat dengan pendengar. Kami ingin memberikan pelajaran kepada generasi muda untuk bisa mengambil hikmahnya: jangan membeda-bedakan dalam bersahabat. Ukuran seseorang bukan berdasarkan harta benda serta kekayaannya," ujar Cak Insyaf saat ditemui di akhir sesi rekaman.

Rekaman ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi para pecinta Ludruk di Jawa Timur, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya pendidikan dan integritas karakter di atas segalanya.

Bagi Anda penggemar kesenian Ludruk, nantikan penayangan lakon "Bedo Nasib" hanya di frekuensi RRI Surabaya, Radio Republik Indonesia, Sekali di Udara Tetap di Udara!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....