Usia Pelajar Dominasi Laka, Edukasi Dikuatkan
- 09 Apr 2026 13:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya memperkuat sosialisasi keselamatan berkendara ke sekolah-sekolah setelah evaluasi kepolisian menunjukkan kecelakaan lalu lintas masih didominasi kelompok usia 15 hingga 18 tahun, yang merupakan rentang usia pelajar. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena banyak anak di bawah umur masih nekat berkendara tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan kelompok usia pelajar masih menjadi penyumbang angka kecelakaan yang tinggi karena belum matang secara emosi dan belum siap menghadapi kompleksitas lalu lintas perkotaan.
“Karena itu kami terus masuk ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai dampak dan bahaya berkendara bagi anak di bawah umur,” kata Galih.
Data evaluasi hari pertama Operasi Zebra Semeru 2025 mencatat masih terjadi sejumlah kecelakaan, dengan kelompok usia 15–18 tahun sebagai yang paling dominan terlibat. Polisi menilai kondisi ini menjadi alarm penting bagi sekolah dan keluarga untuk memperkuat pengawasan terhadap anak usia pelajar.
Menurut Galih, edukasi di sekolah perlu terus digencarkan agar siswa memahami bahwa mengendarai sepeda motor bukan sekadar mampu menjalankan kendaraan, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan membaca situasi darurat di jalan.
Ia menegaskan, pendidikan dalam keluarga menjadi poin yang paling penting untuk menekan angka kecelakaan pelajar. Orang tua diminta tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur, meskipun anak terlihat sudah mahir berkendara.
“Peran keluarga sangat besar. Jangan sampai orang tua justru memberi akses kendaraan kepada anak yang belum memiliki SIM, karena ini berpotensi membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lain,” ujarnya.
Galih menilai banyak kasus kecelakaan pelajar berawal dari kebiasaan orang tua yang mengizinkan anak pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor demi alasan praktis. Padahal, usia remaja masih memiliki emosi yang labil, mudah terburu-buru, dan belum siap menghadapi kepadatan lalu lintas Surabaya.
Karena itu, selain sosialisasi ke sekolah, Satlantas Polrestabes Surabaya juga mendorong keluarga membangun disiplin berlalu lintas dari rumah agar anak terbiasa menggunakan transportasi yang aman dan sesuai usia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....