Tiga Penghalang Kebahagiaan Umat Muslim
- 09 Apr 2026 07:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Setiap orang pada dasarnya menginginkan kebahagiaan dalam hidup. Namun, bagi umat Muslim, kebahagiaan sejati adalah ketika dapat bertemu dengan Allah SWT di surga kelak.
Hal tersebut disampaikan Ustazah Rachma Ayuningtyas atau yang akrab disapa Ustazah Yuyun, Ketua Departemen Humas PW Salimah Jawa Timur, dalam tausiyahnya di Program acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, meskipun kebahagiaan hakiki berada di akhirat, manusia tetap berupaya meraih kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, terdapat sejumlah hal yang justru menjadi penghalang.
Menurutnya, salah satu penghalang utama adalah lalainya seseorang dalam mengingat Allah SWT. “Ketika kita lalai mengingat Allah, termasuk jarang berzikir, hati menjadi tidak tenang. Padahal dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28 sudah ditegaskan bahwa dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram,” ujarnya.
Selain itu, ia menyebut kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain yang memiliki kenikmatan dunia lebih juga dapat menghambat kebahagiaan.
Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari yang menganjurkan untuk melihat kepada orang yang berada di bawah, agar tidak meremehkan nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Kalau kita terus melihat ke atas, kita akan merasa kurang. Karena itu Rasulullah mengajarkan untuk melihat yang di bawah agar kita lebih bersyukur,” katanya.
| Baca juga: Ketakwaan Bekal Hadapi Rumitnya Kehidupan |
Penghalang lainnya, lanjut dia, adalah sikap terlalu cemas terhadap masa depan serta larut dalam penyesalan masa lalu. “Sering kali kita sibuk memikirkan masa depan yang belum tentu terjadi, atau menyesali masa lalu. Padahal yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Ia menambahkan, umat Muslim hendaknya tetap bersemangat melakukan hal-hal yang bermanfaat, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat, serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Dengan memahami hal tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi kehidupan, serta mampu menghindari berbagai penghalang kebahagiaan demi mencapai ketenangan hidup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....