Surabaya Industrial and Labour Festival 2026 Targetkan Serap Tenaga Kerja

  • 07 Apr 2026 18:42 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menggelar Surabaya Industrial and Labour Festival 2026 selama tiga hari.Kegiatan berlangsung 7 hingga 9 April 2026 di Balai Kota dan Grand City Convention Hall.

Festival ini mengolaborasikan bursa kerja Job Fair dengan pertemuan bisnis internasional Business Matching.Kegiatan dirancang mempertemukan pencari kerja, pelaku industri, serta pelaku UMKM Surabaya secara langsung.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menyatakan kegiatan ini strategis mempercepat pertumbuhan ekonomi kota.Menurutnya, forum tersebut membuka akses kerja dan peluang pasar global bagi pelaku usaha.

"Kegiatan ini murni hasil kerja sama dengan para pelaku usaha di Surabaya.Tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD," ujar Lilik Arijanto.

"Ini adalah komitmen kita bersama untuk menyiapkan lapangan kerja.Di tengah tantangan ekonomi dunia yang sedang dinamis," ujarnya di Balai Pemuda.

Dalam sesi Business Matching, Pemkot Surabaya mendatangkan buyer dari enam negara sahabat.Negara tersebut Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman.

Produk ditawarkan meliputi makanan, minuman, komoditas furnitur, hingga fesyen seperti batik Surabaya.Lilik menekankan pentingnya kurasi produk agar mampu bersaing di kelas dunia.

“Kita ingin produk lokal Surabaya tidak hanya jago di tingkat nasional.Tapi naik kelas ke skala global," imbuhnya mengenai strategi penguatan ekspor. Infrastruktur pendukung seperti transportasi dan arus logistik terus kita kembangkan.Untuk mendukung efisiensi ekspor," tambahnya menegaskan kesiapan fasilitas pendukung perdagangan.

Pemkot Surabaya berkoordinasi intensif dengan Export Center Jawa Timur terkait kesiapan ekspor.Kolaborasi ini memberi pendampingan teknis agar proses ekspor berjalan optimal didukung sarana.

“Kami terus mematangkan kesiapan infraktruktur supaya kegiatan ekspor ini.Bisa terlaksana dengan baik,” tambahnya.

Kepala Disperinaker Surabaya Hebi Djuniantoro melaporkan festival diikuti 35 perusahaan besar kecil.Sedikitnya 1.200 lowongan tersedia dengan 2.000 pendaftar melalui aplikasi ASSIK.

"Ini adalah langkah konkret untuk menurunkan angka pengangguran.Kami bersama Export Center Jawa Timur menargetkan transaksi 100 juta USD," Ia menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....