Ketersediaan LPG 3 kilogram di Jawa Timur Dipastikan Aman

  • 06 Apr 2026 22:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketersediaan LPG 3 kilogram di Jawa Timur dipastikan dalam kondisi aman. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mencatat stok LPG yang siap disalurkan ke depo berada di kisaran 4,4 hari, dengan konsumsi harian masyarakat mencapai sekitar 6.000 metrik ton.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa menegaskan, angka tersebut hanya menggambarkan stok yang tersedia di titik distribusi akhir, bukan keseluruhan pasokan.

“Kalau LPG saat ini kondisi stok level yang 3 kilogram tidak ada kendala suplai, itu kurang lebih sekitar hampir 5 hari kondisi stoknya. Kalau penggunaan LPG (di Jawa Timur) kurang lebih sekitar 6.000 metrik ton per hari,” ujar Iwan saat meninjau pangkalan LPG di Jalan Jemursari II No.74, Surabaya, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, apabila dihitung secara nasional termasuk stok di kapal, pelabuhan, dan yang masih dalam perjalanan, total ketahanan pasokan mencapai 20 hari. Namun, angka tersebut bukan berarti setelah 20 hari stok akan habis, karena sistem distribusi berjalan secara berkelanjutan.

“Jadi, penting untuk tidak hanya melihat angka 4,4 hari tanpa memahami konteksnya. Stok yang berada di depo adalah bagian dari rantai distribusi, sementara stok lainnya masih dalam proses pengiriman atau sedang sandar di pelabuhan. Sistem pencatatan stok regional dan nasional juga berbeda,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan masyarakat agar tidak salah menafsirkan data stok yang beredar. Menurutnya, angka 4,4 hari kerap dipersepsikan sebagai kondisi darurat, padahal merupakan bagian dari sistem distribusi normal.

“Perbedaan angka stok ini sering disalahartikan. Angka 4,4 hari adalah stok yang siap didistribusikan di depo, sedangkan total stok bisa mencapai 20 hari karena termasuk yang masih dalam perjalanan,” ujarnya.

Ia mengakui sempat terjadi kendala suplai di Kabupaten Tuban yang menyebabkan kelangkaan LPG 3 kilogram. Namun, ia memastikan pasokan terus dikirim dan mulai berdatangan.

“Dari hasil peninjauan di lapangan, termasuk di Tuban, terlihat bahwa suplai LPG terus berdatangan. Warung-warung di sepanjang jalan juga masih mendapatkan pasokan secara rutin,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Banyuwangi akibat lonjakan pembelian dalam waktu bersamaan. Untuk mengatasinya, Pertamina menambah pasokan hingga 73 persen dari kondisi normal.

“Banyak masyarakat membeli dalam jumlah besar secara bersamaan. Untuk mengatasi hal tersebut, pasokan ditambah 73 persen dari kondisi normal. Saat ini, di Banyuwangi sudah kembali lancar dan tidak terjadi hal serupa di daerah lain,” katanya.

Emil menambahkan, distribusi LPG subsidi di Jawa Timur didukung sekitar 36.000 pangkalan resmi. Ia mengimbau masyarakat membeli di pangkalan karena harga resmi dijamin sesuai ketentuan, yakni sekitar Rp18.000 per tabung.

Emil menambahkan, pemerintah daerah terus memantau kelancaran distribusi LPG subsidi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ia juga mengimbau warga tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat mengganggu stabilitas pasokan di tingkat lapangan.

“Yang perlu dijaga adalah perilaku konsumsi yang wajar. Jangan sampai karena isu global, lalu muncul kepanikan di tingkat masyarakat. Kalau itu terjadi secara masif, justru bisa menimbulkan kelangkaan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....