Menjaga Hati Raih Cahaya Ilahi
- 06 Apr 2026 06:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menjaga kebersihan hati menjadi kunci utama dalam menentukan arah hidup seseorang. Hati tidak hanya memengaruhi sikap, tetapi juga menjadi penentu baik dan buruknya perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini disampaikan Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah , Ustazah Haniah, dalam tausiyahnya di program “Mutiara Pagi” PRO 1 RRI Surabaya, Senin, 6 April 2026. Menurutnya, hati merupakan pusat kendali dalam diri manusia karena dari sanalah niat terbentuk dan setiap tindakan bermula.
Ia mengutip hadis Rasulullah yang menegaskan pentingnya menjaga hati. “Ingatlah bahwa di dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, begitu juga sebaliknya. Ketahuilah, itu adalah hati atau kalbu,” ujarnya.
| Baca juga: Membumikan Al Quran Lewat Ekoteologi |
Lebih lanjut, Al-Qur’an juga menjelaskan kondisi hati manusia, yakni hati yang mati yang tidak lagi mampu menerima kebenaran, hati yang sakit karena keimanan bercampur dengan keraguan dan kemaksiatan, serta hati yang bersih atau qolbun salim, yaitu hati yang terbebas dari kesyirikan dan penyakit hati, sebagaimana disebutkan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89.
Dalam ayat tersebut ditegaskan, “pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” Hal ini menunjukkan bahwa kebersihan hati menjadi faktor utama keselamatan manusia.
Ustazah Haniah menambahkan, berbagai penyakit hati seperti sombong, iri, dengki, dan riya harus dihindari karena dapat merusak amal sekaligus memengaruhi perilaku seseorang dalam kehidupan sosial.
Untuk menjaga kebersihan hati, umat dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bentuk permohonan ampun, istighfar juga diyakini membawa banyak keutamaan.
“Istighfar memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendatangkan kebaikan, menambah kekuatan, serta membuka pintu rezeki,” tuturnya.
Melalui pemahaman ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperbaiki perilaku lahiriah, tetapi juga membenahi hati sebagai sumber dari setiap tindakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....