Pakar Transportasi ITS Publikasikan Survei Kepuasan Angkutan Lebaran

  • 04 Apr 2026 15:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pakar Transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mempublikasikan hasil penelitian transportasi melalui Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha. Publikasi Indeks Kepuasan Masyarakat Angkutan Lebaran 2026 dilakukan bersama BKT Kementerian Perhubungan.

Direktur DKPU ITS Tri Joko Wahyu menyampaikan penelitian ini bertujuan mengevaluasi layanan angkutan Lebaran 2026. “ITS terus bersinergi mendukung kebijakan transportasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.

Ia menegaskan ITS berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendorong perbaikan layanan transportasi ke depan. Peran akademisi diharapkan memberi rekomendasi berbasis data bagi kebijakan publik.

Pakar transportasi ITS, Prof Hera Widyastuti, menjelaskan survei dilakukan di 26 provinsi di Indonesia. “IKM layanan angkutan Lebaran 2026 mencapai 82,15 atau kategori baik,” ujarnya.

Ia menambahkan nilai tersebut meningkat 3,45 poin dibandingkan tahun 2025. “Moda kereta api mencatat IKM tertinggi sebesar 94,30 dengan kategori sangat baik,” katanya.

Menurut Hera, hasil survei tetap mengutamakan aspek evaluasi layanan transportasi nasional. “Moda ASDP memiliki nilai terendah sebesar 77,48, namun masih kategori baik,” ucapnya.

Berdasarkan aspek layanan, prasarana mencatat nilai tertinggi sebesar 83,31. “Manajemen transportasi menjadi terendah dengan nilai 80,93, namun tetap kategori baik,” ujarnya.

Moda kereta api perlu mempertahankan aspek keamanan, ketepatan waktu, dan fasilitas keselamatan. Hal tersebut menjadi indikator penting dalam menjaga kualitas layanan.

Namun, kemudahan memperoleh tiket saat Lebaran masih menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan. “Keterbatasan tiket menjadi keluhan utama pengguna kereta api,” ucapnya.

Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub, Rudi Irawan, menyebut terjadi peningkatan penumpang angkutan umum. “Rata-rata peningkatan mencapai 10,87 persen selama periode angkutan Lebaran,” ujarnya.

Ia menilai peningkatan tersebut menjadi catatan penting untuk kesiapan fasilitas transportasi. “Survei ini membantu meminimalisir keluhan masyarakat pada tahun mendatang,” katanya.

Publikasi survei ini mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals.

Fokusnya pada tujuan kota berkelanjutan dan kemitraan pembangunan.

Penanggap berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi publikasi semata. Penelitian diharapkan menjadi landasan pembenahan transportasi bagi pemerintah pusat dan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....