Gempa Flores 7,7, Pakar ITS Ingatkan Gempa Susulan
- 18 Agt 2026 19:20 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pakar seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kadek Hendrawan Palgunadi, mengingatkan ancaman gempa susulan.
Gempa magnitudo di atas 6 juga terjadi di Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah dalam waktu berdekatan. Menurutnya, potensi gempa susulan perlu diwaspadai masyarakat hingga dua minggu ke depan.
Peneliti Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS itu menjelaskan kondisi tektonik Indonesia. Indonesia berada di kawasan tektonik kompleks dengan keberadaan berbagai sesar aktif dan jalur Ring of Fire.
“Kendati demikian, gempa bumi yang terjadi secara beruntun bisa juga terjadi secara kebetulan,” ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.. Kadek menyebut keterkaitan gempa NTT, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah memiliki probabilitas sangat kecil.
Menurut dosen Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut, ketiga gempa bersumber dari entitas tektonik berbeda. “Gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8,” ucapnya.
Kadek menjelaskan, Flores hingga bagian utara Bali dilintasi sesar Flores Back-Arc Thrust. Sesar aktif tersebut pernah memicu gempa magnitudo 7,7 di Flores pada 1992.
“Seismolog-seismolog Indonesia sudah mengekspektasikan bahwa sesar tersebut bisa menghasilkan magnitudo maksimal mencapai 7,8," ujarnya. Alumnus doktoral Geosains KAUST, Arab Saudi, itu meminta masyarakat tidak mengabaikan potensi gempa susulan.
Gempa susulan terjadi akibat proses penyesuaian sesar-sesar kecil di sekitar patahan utama. Menurut Kadek, kekuatan gempa susulan umumnya menurun seiring berjalannya waktu.
“Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7 kemarin, secara statistik akan ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6,” ucapnya. Karena itu, masyarakat terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan selama dua minggu ke depan.
Kadek juga mengimbau relawan evakuasi dan tim asesmen bangunan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Asesmen diperlukan untuk memastikan ketahanan struktur bangunan setelah terdampak gempa.
Warga disarankan tetap berada di lokasi evakuasi apabila hunian mengalami keretakan yang berisiko. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko akibat kerusakan bangunan saat gempa susulan terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....