Pakar ITS: Gempa Besar Bukan Pengalaman Pertama Warga NTT

  • 19 Agt 2026 21:04 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, menyusul gempa berkekuatan lebih dari magnitudo 7 yang kembali melanda wilayah tersebut. Pakar Kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Amien Widodo, mengatakan gempa besar bukan pengalaman pertama bagi masyarakat Flores, NTT.

“Ini sudah berulang, seperti tahun 1952 dan 2021, gempa lebih besar dari 7 dan sudah berulang,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026. Menurut Amien, rangkaian gempa tersebut seharusnya menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyesuaikan pembangunan dengan karakteristik ancaman gempa.

Ia menilai bangunan di wilayah rawan gempa harus dibangun lebih kuat dengan mengacu pada standar ketahanan terhadap gempa berkekuatan sekitar magnitudo 7. “Bangunannya kuat, lebih mengikuti standar gempa skala 7,” katanya.

Amien menyebut kerusakan atau runtuhnya bangunan akibat gempa menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur. Masyarakat dan pemerintah dinilai harus belajar dari kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya.

“Kalau kemarin ada yang runtuh bangunannya, itu tidak belajar dari peristiwa yang dulu-dulu,” katanya. Selain gempa, masyarakat NTT juga perlu memahami potensi ancaman tsunami.

Amien mengingatkan bahwa pada 1962, gempa bumi di wilayah tersebut pernah disertai tsunami. Karena itu, edukasi kebencanaan perlu diberikan secara berkelanjutan, terutama mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa berkekuatan besar.

“Mereka harus mendapatkan edukasi terkait gempa bumi dengan skala 7 yang cukup besar, mereka harus bagaimana,” ujarnya. Amien menambahkan, kejadian gempa yang berulang dalam rentang 20 hingga 30 tahun seharusnya dapat menjadi dasar untuk memperkuat kesiapsiagaan.

“Ini mestinya bisa belajar dan harus bisa mengantisipasinya,” ucapnya. Ia menekankan kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan masyarakat menghadapi bencana.

Pemerintah juga perlu memastikan infrastruktur, rumah, serta sistem pendukung lainnya telah dipersiapkan menghadapi gempa besar. “Orangnya harus disiapkan, infrastrukturnya dan rumahnya harus disiapkan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....