Pemprov Jatim Mulai Pemugaran Gedung Sayap Barat Grahadi
- 01 Apr 2026 13:59 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemprov Jatim resmi memulai pemugaran Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang rusak akibat aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu. Pemugaran ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp12,76 miliar dengan masa pelaksanaan mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.
Groundbreaking dilakukan langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu 1 April 2026. Pemugaran gedung tersebut difokuskan pada upaya mengembalikan kondisi bangunan cagar budaya itu mendekati bentuk aslinya.
Khofifah menegaskan, proses pemugaran dilakukan dengan pendekatan pelestarian, bukan sekadar renovasi. Pemprov Jatim berkoordinasi dengan tim cagar budaya untuk memastikan setiap detail bangunan tetap mempertahankan nilai historisnya.
“Kita ingin memastikan semaksimal mungkin ini mirip dengan aslinya. Apa yang dulu dijadikan konstruksi, kita maksimalkan keserupaan dengan bangunan aslinya,” ujarnya.
Khofifah menjelaskan, sejumlah material yang digunakan bahkan diupayakan mendekati bahan asli, termasuk penggunaan kapur khusus sebagai perekat, menggantikan semen seperti konstruksi awal bangunan. "Kita butuh kapur dan ternyata kapur ini sesuai dengan kebutuhan pemugaran ini, kita harus mendatangkan dari Jerman," katanya.
Selain itu, bagian-bagian bangunan yang masih eksisting dipastikan tidak akan dirombak. Pemugaran lebih difokuskan pada perbaikan struktur yang rusak serta penguatan bangunan. “Sebagian besar yang ada saat ini tidak akan dirombak. Kita memaksimalkan pelestarian cagar budaya ini,” tegas Khofifah.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, I Nyoman Gunadi menjelaskan, secara teknis ada beberapa material yang terpaksa diganti, namun tetap tidak merubah bentuk aslinya. Salah satunya adalah kerangka atap, yang diganti dengan baja, sebagaimana rekomendasi tim Cagar Budaya.
"Nah untuk rangka atapnya kita menjaga struktur dinding tersebut dengan persetujuan dari teman-teman cagar budaya akhirnya kita ganti pakai baja. Karena jauh lebih ringan daripada kayu, tapi dari segi tampak, tetap seperti aslinya," terangnya.
Ar Fafan Tri Afandy, selaku tenaga ahli pendamping perencanaan pemugaran gedung ini menuturkan, Bangunan Sayap Barat Gedung Grahadi ini telah dibangun sejak tahun 1810. Oleh karena itu, pihaknya berupaya menunjukkan elevasi asli dari bangunan bersejarah ini.
"Nah ini yang nanti akan kita expose dengan lantai kaca, sehingga ini bisa menjadi pembelajaran layer narasi sejarah dan teknologi pada masa itu," terangnya.
Untuk aspek keamanan, bangunan juga akan dilengkapi sistem pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi kejadian serupa di masa mendatang. Pemprov Jatim berharap Bangunan Sayap Barat Grahadi dapat kembali berfungsi sekaligus tetap mempertahankan nilai sejarah dan arsitektur aslinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....