Khofifah Paparkan Potensi Jatim, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional
- 16 Sep 2026 11:42 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar 109 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan (Unhan) RI di Gedung Negara Grahadi. Kegiatan itu juga dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Unhan dan sejumlah perangkat daerah Pemprov Jatim.
Khofifah mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi akademisi pertahanan dan pemerintah daerah. Ia juga memaparkan berbagai potensi Jawa Timur dalam mendukung kedaulatan pangan nasional.
“Selamat datang di Bumi Majapahit, yang selalu menyemai harmoni, Kebhinnekaan dan nafas Ke-Indonesiaan lewat optimisme Gerbang Baru Nusantara. Mulai tahun 2020 sampai semester 1-2026, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional,” katanya, Selasa malam, 15 September 2026.
Produksi padi Jatim pada Januari hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling. Angka itu meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 atau setara sekitar 5,69 juta ton beras.
“Tahun lalu Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Jika kita sama-sama punya tekad yang kuat, tahun ini Insya Allah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi,” kata Khofifah.
Di sektor peternakan, Jawa Timur memiliki populasi sapi potong sekitar 3,5 juta ekor. Khofifah menyebut potensi tersebut dapat menjadi penguat kedaulatan pangan berbasis protein hewani nasional.
“Kami memproyeksikan, dalam tiga tahun jika kita melakukan pengembangan peternakan sapi potong secara masif kita bisa swasembada daging,” ujar Khofifah. Ia juga menyebut BBIB Singosari di Malang sebagai pusat pembelajaran inseminator dan pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul.
Selain pangan, Khofifah menyoroti penanganan bencana alam di Jawa Timur yang berada di kawasan ring of fire. BPBD Jatim mencatat 92 hingga 97 persen kejadian bencana pada 2022-2025 merupakan bencana hidrometeorologi, dengan 115 kejadian tercatat hingga 25 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....