Husnudhan kepada Allah dalam Kehidupan

  • 01 Apr 2026 06:30 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sikap berprasangka baik atau husnudhan kepada Allah SWT menjadi nilai penting yang harus dijaga dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 1 April 2026, Ustaz Hefzi Mudir Pesantren Persis Bangil menyampaikan bahwa meskipun saat ini masih dalam suasana bulan Syawal yang bermakna peningkatan, semangat ibadah yang telah dilatih selama Ramadan harus terus dibuktikan dalam kehidupan setelahnya.

“Syawal berarti peningkatan. Apa yang sudah dilatih di bulan Ramadan hendaknya terus dijaga dan dibuktikan dalam sebelas bulan berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga prasangka dalam kehidupan sosial. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa…”

Selain itu, Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bersabda: “Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta.”

Menurut Ustaz Hefzi, prasangka buruk atau suudzon merupakan dugaan tanpa dasar yang kuat, sementara husnudzon adalah prasangka baik yang disertai indikator yang jelas. Umat Islam dianjurkan untuk tetap berbaik sangka kepada sesama, tanpa mengabaikan kewaspadaan jika terdapat tanda-tanda yang mengharuskan kehati-hatian.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya husnudhan kepada Allah SWT. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Allah berfirman: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”

Hal ini juga sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 216 yang menjelaskan bahwa manusia boleh jadi membenci sesuatu padahal itu baik baginya, dan menyukai sesuatu padahal itu tidak baik, sementara Allah Maha Mengetahui.

“Jangan sampai kita membenci sesuatu yang justru baik menurut ketetapan Allah, atau sebaliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, husnudhan kepada Allah harus disertai kehati-hatian agar tidak terjebak dalam pembenaran diri yang keliru. Sikap ini akan mendorong seseorang untuk memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi maksiat.

Ustaz Hefzi juga menyebutkan bahwa salah satu tanda Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya adalah diberikannya pemahaman agama serta ujian hidup sebagai sarana peningkatan keimanan. Adapun hikmah dari husnudhan kepada Allah antara lain menumbuhkan rasa takut akan azab Allah sekaligus harapan akan ridha-Nya.

Sikap ini juga membentuk pribadi yang optimis, tidak mudah mengeluh, dan tidak berputus asa terhadap ketentuan Allah SWT. Dengan demikian, husnudhan kepada Allah menjadi sikap yang perlu dijaga setiap saat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....