Momentum Idulfitri 2026, Wali Kota Eri Tekankan Persatuan

  • 21 Mar 2026 13:18 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Ribuan jemaah memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu 21 Maret 2026 pagi.
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa persatuan merupakan fondasi utama kemajuan Kota Pahlawan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dan Idulfitri dapat diterapkan dalam kehidupan sosial

RRI.CO.ID, Surabaya - Ribuan jemaah memadati halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu 21 Maret 2026 pagi. Gema takbir berkumandang mengiringi pelaksanaan ibadah yang rutin digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut.

Tepat pukul 06.00 WIB, salat dimulai dan dipimpin oleh Ustaz Muhammad Anwari, M.Pd., Qori Nasional yang bertindak sebagai imam. Sementara itu, Prof. Abdul Kadir Riyadi, Lc., MSSC., Ph.D. menyampaikan khotbah yang sarat pesan spiritual dan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa persatuan merupakan fondasi utama kemajuan Kota Pahlawan. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dan Idulfitri dapat diterapkan dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.

“Persatuan itu lebih penting. Kita harus bekerja bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri. Bukan mencari siapa yang mengejar popularitas atau siapa yang terbaik, tetapi bagaimana dengan kebersamaan itu kita bisa mencapai hasil maksimal bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu juga menyoroti kuatnya toleransi antarumat beragama di Surabaya. Ia mencontohkan perayaan Idulfitri tahun ini yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi berjalan harmonis.

“Alhamdulillah, toleransi di Surabaya luar biasa. Saat Nyepi, warga yang merayakan takbiran di masjid menghormati umat Hindu dengan tidak menggunakan pengeras suara luar dan tidak mengadakan takbir keliling di sekitar tempat ibadah umat Hindu,” ujarnya.

Terkait perbedaan penetapan waktu Salat Id, ia mengimbau masyarakat agar tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan. Menurutnya, perbedaan adalah hal yang lumrah dan harus dihargai.

“Ada yang salat kemarin, ada yang hari ini. Perbedaan itu adalah keindahan, jangan pernah saling menyalahkan. Keyakinan itu masing-masing, yang penting tidak saling menjatuhkan atau menjelekkan,” tambahnya.

Ia berharap nilai toleransi dan akidah yang terjaga di Surabaya terus diperkuat demi masa depan kota yang lebih baik.

“Insyaallah dengan kerukunan ini, Surabaya menjadi kota yang berkah, kota sejahtera, dan warganya bahagia,” tandasnya.

Sementara itu, dalam khotbahnya, Prof. Abdul Kadir Riyadi menguraikan empat pilar misi kemanusiaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi membangun bangsa dan peradaban. Ia menegaskan bahwa tanpa perdamaian, sektor pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas perkantoran akan lumpuh.

“Marilah kita pastikan Kota Surabaya ini menjadi kota yang menyebarkan virus-virus positif berupa kedamaian, ketenteraman, dan keamanan. Hal ini sudah kita lihat di Surabaya dan harus terus ditingkatkan,” terangnya.

Ibadah Salat Idulfitri ditutup dengan ramah tamah dan saling memaafkan antarjemaah, menciptakan suasana hangat di jantung Kota Pahlawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....