Wali Kota Eri Cek Lagi RSUD Soewandhie, Pelayanan Mulai Berbenah
- 09 Agt 2026 10:30 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Wali Kota Eri Cahyadi mengecek ulang pelayanan RSUD Soewandhie dan menemukan sejumlah evaluasi mulai ditindaklanjuti.
- Petugas farmasi ditambah dari 9 menjadi 18 orang sehingga antrean pengambilan obat lebih terkendali
- Manajemen RSUD diminta memperkuat pemantauan kapasitas IGD, mengatur antrean, serta menyesuaikan jumlah nakes dengan pasien.
RRI.CO.ID, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali mengecek pelayanan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, Sabtu, 8 Agustus 2026. Pengecekan dilakukan setelah sebelumnya ia menerima keluhan warga melalui kanal pengaduan dan melakukan inspeksi mendadak.
Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan pada layanan farmasi, antrean pasien, dan pengelolaan Instalasi Gawat Darurat (IGD). “Saya sudah mengecek lagi pelayanan di RS Soewandhie. Alhamdulillah, beberapa evaluasi yang dulu saya temukan saat sidak, sekarang sudah dijalankan manajemen,” ujar Eri.
Salah satu perubahan terlihat pada layanan farmasi setelah jumlah petugas ditambah dari sembilan menjadi 18 orang. Penambahan tersebut dinilai mampu mengendalikan antrean pengambilan obat. “Untuk pelayanan publik, pemerintah harus hadir. Tidak bisa dihitung untung-rugi. Farmasi yang dulu petugasnya sembilan, sekarang menjadi 18 petugas,” katanya.
Di IGD, Eri meminta manajemen memastikan ketersediaan tempat tidur dapat dipantau secara cepat. Jika kapasitas penuh, pasien harus segera dirujuk agar tidak terjadi penumpukan. “Di ruang IGD harus ada monitor, kamar mana yang kosong, kamar yang penuh mana. Kalau kamar penuh, ya harus dirujuk,” ujarnya.
Eri juga mengevaluasi pengaturan ruang tunggu bagi pasien yang mendaftar melalui layanan e-health. Pasien tanpa pendaftaran akan mengikuti mekanisme pelayanan setelah antrean pasien terjadwal selesai.
Menurut Eri, pengaturan tersebut bertujuan menjaga ketertiban antrean dan memastikan pasien sesuai jadwal mendapatkan pelayanan. Ia menegaskan pengecekan langsung dilakukan untuk mencari solusi atas keluhan masyarakat.
“Saya selalu percaya kalau nakes Soewandhie terus berusaha maksimal memberi pelayanan yang terbaik. Saya juga berusaha mendengarkan keluhan pasien yang masuk lewat hotline,” ucapnya.
Eri mengapresiasi manajemen RSUD Soewandhie dan tenaga kesehatan yang telah menindaklanjuti evaluasi pelayanan. Ia juga meminta penambahan tenaga kesehatan disesuaikan dengan peningkatan jumlah pasien. “Mulai sekarang, kalau jumlah pasien bertambah, nakesnya juga ditambah. Sehingga bisa mempercepat pelayanan kepada warga Surabaya yang sakit,” katanya.
Ia berharap tenaga kesehatan dan masyarakat membangun hubungan positif dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan sistem dan fasilitas, tetapi juga interaksi antara pasien dan tenaga kesehatan.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada solusinya, pelayanan menjadi cepat. Sekarang nakes dan warga Surabaya harus bergandengan agar pelayanannya bagus,” ucapnya.
Eri menegaskan pelayanan kesehatan harus mengutamakan kecepatan dan ketertiban, termasuk bagi masyarakat pengguna BPJS. Ia meminta kemudahan akses kesehatan diikuti pelayanan yang berkualitas bagi warga Surabaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....